KabarMasjid.Id, Surabaya – Di tengah kompleks Perumahan Bumi Wana Lestari Majid Al Huda Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, berdiri megah sebuah bangunan yang jauh dari kesan kaku. Inilah Masjid Al Huda, sebuah rumah ibadah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pergerakan sosial dan spiritual bagi masyarakat sekitar. Sejak awalnya berdiri sebagai musala pada tahun 1984 di atas tanah fasum, masjid ini terus mengalami pengembangan hingga kini menjadi bangunan dua lantai dengan kapasitas 500 jemaah. Nama Al Huda sendiri dipilih dengan harapan mulia, yaitu agar masjid ini dapat memberikan petunjuk dan menuntun para jemaah menuju kebaikan, kebenaran, dan keselamatan.
Masjid Al Huda bukan hanya menonjol dari sisi sejarah dan arsitekturnya yang berkonsep “Green Building” tanpa AC, melainkan juga dari inovasi dan program unggulannya. Masjid ini dikenal sebagai kawasan ramah anak dan difabel yang dilengkapi berbagai fasilitas unik, bahkan memiliki inisiatif lingkungan yang menarik seperti pemanfaatan air wudhu untuk beternak lele. Dengan tagline “selalu bermanfaat untuk umat”, Al Huda menjadi contoh nyata bagaimana masjid dapat menjadi penggerak sosial, pendidikan, dan lingkungan secara kolektif.
Filosofi Nama dan Prinsip Kolektifitas
Pemilihan nama Al Huda memiliki makna yang mendalam, yaitu harapan agar masjid ini dapat menjadi penunjuk yang menuntun jemaah ke arah kebaikan, kebenaran, dan keselamatan. Isgiyanto selaku Ketua Takmir Masjid menjelaskan, masjid ini tidak bergantung pada satu figur sentral. Pengelolaannya menganut prinsip kolektif kolegial, melibatkan empat unsur penentu: Dewan Pembina, Pengurus Inti dan Seksi sebagai eksekutif, Penasehat, dan Pengawas. Struktur ini, imbuhnya, memastikan program kerja selalu terarah sesuai visi misi dan dilaksanakan secara profesional.
“Selalu Bermanfaat untuk Umat” dengan Program Unggulan
Dengan tagline “selalu bermanfaat untuk umat”, Al Huda memiliki berbagai program unggulan yang menyentuh semua kalangan. Program harian diisi dengan kajian rutin setelah salat Subuh seperti Bedah Hadis, Tafsir Al-Qur’an, dan Hafalan Doa Sehari-hari. Selain itu, terdapat kegiatan TPA/Griya Al-Qur’an sore hari, serta pembelajaran Al-Qur’an untuk remaja dan dewasa.
Fokus pada pembinaan generasi muda terlihat jelas dengan adanya KUIK (Kajian Unik Islam for Kids) untuk anak-anak TK hingga SD dan KAREEM (Kajian Remaja Muslim) yang diadakan sebulan sekali. Uniknya, ada pula Lomba Keaktifan Salat Berjemaah untuk anak-anak dan remaja, yang rutin diumumkan setiap beberapa bulan dengan hadiah menarik, salah satunya sepeda.

Program KUIK (Kajian Unik Islam for Kids) untuk anak-anak TK hingga SD di Masjid Al Huda Surabaya
Tak hanya pada aspek ibadah sehari-hari, Masjid Al Huda juga melengkapi program keunggulannya dengan menyelenggarakan Pelatihan Manasik Haji dan Umroh. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian masjid dalam membantu jemaah dan masyarakat sekitar mempersiapkan diri melaksanakan ibadah haji dan umrah. Melalui pelatihan ini, peserta dibimbing secara detail mengenai tata cara, rukun, dan wajib haji/umrah, memastikan mereka memiliki bekal ilmu yang memadai sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Foto Bersama Setelah Pelatihan pelaksanaan Haji dan Umroh di Masjid Al Huda Surabaya
Namun, program yang paling mendapat sorotan adalah Jumat Berkah atau yang populer disebut “MAK JUMBER”. Berawal dari niat menyediakan minuman dan camilan ringan untuk anak-anak agar rajin salat Jumat, kini program itu berkembang dengan menyajikan 300 hingga 320 porsi makanan yang dimasak langsung oleh ibu-ibu jemaah (Emak Jumber). Makanan disajikan menggunakan piring di tempat agar terjadi interaksi sosial antar jemaah, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

Jumat Berkah atau yang populer disebut “MAK JUMBER” di Masjid Al Huda Surabaya
Green Building, Ramah Anak, dan Digital
Al Huda dikenal sebagai bangunan “Green Building” yang mengutamakan penyinaran dan sirkulasi udara alami tanpa AC. Untuk menjaga kesejukan, masjid ini memiliki taman luas dengan beragam tanaman peneduh. Kepedulian lingkungan juga diwujudkan melalui inisiatif seperti pembuatan biopori, pengolahan limbah, dan pemanfaatan air wudu untuk beternak lele.
Masjid ini juga sangat ramah bagi keluarga dan kaum disabilitas. Tersedia fasilitas ramah anak, seperti mini lapangan sepak bola, perosotan, ayunan, playground, dapur, dan cafe kecil, serta GASEBO sebagai tempat berdiskusi yang nyaman. Untuk penyandang disabilitas, disediakan fasilitas penunjang seperti area parkir, tangga khusus, dan kursi.

Salah Satu Sudut di Masjid Al Huda Surabaya
Masjid Al Huda juga adaptif terhadap perkembangan zaman dengan melakukan inovasi digital. Masjid ini memiliki kanal YouTube YAHS TV dan media sosial yang dikelola oleh Admin profesional dan didukung oleh Tim Kreator Remaja Masjid (FOSMABUANA). Mereka menyelenggarakan pengajian on-line melalui YouTube dan menerbitkan Majalah Syiar Al Huda setiap tahun sebagai media komunikasi, syiar, dan edukasi bagi jemaah.
Inovasi Digital dan Visi Estafet Kepengurusan Masa Depan
Isgiyanto menuturkan, visi ke depan pengurus Yayasan Al Huda adalah agar masjid ini konsisten menjadi tempat yang “selalu bermanfaat untuk umat”. Harapannya adalah menjaga program yang sudah ada sambil tetap adaptif terhadap perubahan melalui inovasi yang dilakukan. Peningkatan porsi kegiatan untuk anak-anak muda menjadi prioritas untuk mempersiapkan regenerasi kepengurusan agar estafet berjalan lebih baik. Dengan segala kiprah dan inovasinya, Al Huda telah membuktikan diri sebagai masjid modern yang tak melupakan akar sosial, bahkan berhasil meraih Juara 3 Masjid Award Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia.
Melalui inovasi di bidang manajemen dan dakwah, Al Huda memastikan relevansinya di era digital. Pengelolaan media sosial yang dibantu oleh Tim Kreator Remaja Masjid (FOSMABUANA), kanal YouTube YAHS TV untuk pengajian daring, serta penerbitan Majalah Syiar Al Huda menunjukkan komitmen mereka dalam menyebarkan syiar Islam secara luas. Di bawah prinsip kepengurusan kolektif kolegial yang sehat , Masjid Al Huda tidak hanya menjalankan ibadah rutin, tetapi juga secara aktif mencetak dan mempersiapkan generasi muda melalui program seperti KUIK dan KAREEM agar estafet kepengurusan dan kemakmuran masjid terus berlanjut. Masjid ini telah membuktikan bahwa rumah Allah dapat menjadi pusat peradaban yang berdaya guna, adaptif, dan berkelanjutan. (Tim Redaksi)