KabarMasjid.id, Surabaya – Di tengah padatnya permukiman rumah susun Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, terdapat Masjid Al-Fajar yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah Program Cantelan, yakni berbagi kebutuhan pokok kepada warga sekitar melalui cara sederhana namun bermakna.
Program Cantelan Masjid Al-Fajar pertama kali digagas saat pandemi Covid-19 merebak, di mana banyak warga mengalami kesulitan ekonomi. “Saat pandemi, jamaah kami banyak yang kesulitan. Maka kami mengadakan program cantelan—bisa sayur, tempe, telur, tahu, dan sebagainya,” ujar Subhan Basori, Ketua Umum Yayasan Alfajar Surabaya, dalam wawancara bersama tim Kabar Masjid.
Cantelan ini pada awalnya diselenggarakan setiap pekan, dan sempat menjadi dua pekan sekali tergantung kondisi ketersediaan logistik. Namun menariknya, meski pandemi telah usai, program ini tetap dilanjutkan karena manfaatnya dirasakan nyata oleh masyarakat. Kini, cantelan diadakan sebulan sekali, dan terus berkembang dengan menggandeng mitra kolaborasi, seperti Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA).
“Walaupun pandemi sudah berakhir, program ini tetap kami jalankan, karena kebutuhan itu masih ada. Kami ingin masjid hadir tidak hanya saat musibah, tapi juga terus memberi manfaat,” imbuh Subhan.
Cara Kerja Program Cantelan
Konsep program ini cukup sederhana: makanan pokok dan lauk-pauk digantung dalam kantong-kantong plastik pada rak atau gantungan yang mudah diakses. Jamaah atau warga sekitar yang membutuhkan bisa langsung mengambilnya, tanpa perlu antre atau mendaftar.
“Ini bagian dari prinsip berbagi yang penuh rasa hormat. Warga yang membutuhkan bisa mengambil tanpa merasa malu, dan yang memberi pun bisa berdonasi dengan ikhlas,” jelas Subhan.
Masjid Kecil, Kiprah Besar
Meski Masjid Al-Fajar bukan masjid besar secara ukuran, fasilitas dan aktivitasnya tergolong aktif dan inklusif. Selain program cantelan, masjid ini memiliki ambulans wakaf, klinik kerja sama dengan BAZNAS Jatim, dan berbagai kajian serta kegiatan Ramadhan, seperti iftar dan sahur bersama, hingga pengalengan daging kurban menjadi rendang dan kornet.
Namun di antara semua itu, Program Cantelan menjadi simbol penting bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga pilar sosial di tengah masyarakat.
“Masjid ini ingin menghadirkan kenyamanan beribadah dan manfaat sosial. Kami berusaha menjadikan masjid sebagai rumah bersama yang memberi solusi,” pungkas Subhan. (*)