Rahasia Istiqomah: Kunci Mengubah Amalan Biasa Jadi Berdampak Luar Biasa

Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA
Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA

Bagikan postingan :

KabarMasjid.id, Surabaya Seringkali kita mencari amalan-amalan besar dan berat, berharap mendapatkan ganjaran yang spektakuler. Namun, ternyata Allah SWT mencintai amalan-amalan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Rahasia di balik kedahsyatan amalan-amalan rutin ini dibahas secara mendalam dalam Khotbah Jumat yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA di Masjid Al Akbar Surabaya pada Jumat, 21 November 2025, dengan tema “Amaliah Biasa Berdampak Luar Biasa.”

Inti dari keseluruhan khotbah ini sangat sederhana, tetapi mendasar: untuk mencapai dampak yang luar biasa, kita tidak harus melakukan hal yang luar biasa, melainkan harus melakukannya dengan cara yang luar biasa. Cara yang luar biasa itu, dalam terminologi Islam, adalah Istiqomah.

Istiqamah sendiri didefinisikan sebagai sikap konsisten, teguh, dan berkesinambungan dalam melaksanakan suatu kebaikan. Kunci ini merupakan jawaban Rasulullah SAW terhadap pertanyaan seorang sahabat yang meminta satu kalimat penegas tentang Islam, sehingga ia tak perlu bertanya lagi kepada siapapun.

Jawaban Nabi Muhammad SAW singkat, padat, dan sangat mendalam: “Katakan, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqamahlah” (Qul amantu billah tummastaqim). Ini menunjukkan bahwa Istiqamah adalah manifestasi tertinggi dari keimanan.

Begitu pentingnya nilai ini, sampai Sayidah Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah tentang amalan apa yang paling dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah menjawab: “Yang paling konsisten dilakukan, meskipun kecil” (Adwamuhu wainqolla). Hal ini memberikan inspirasi agar kita fokus pada rutinitas kebaikan yang berkelanjutan.

Oleh sebab itu, banyak ulama sufi menyatakan bahwa puncak tertinggi dari kemuliaan seseorang adalah Istiqamah. Bahkan, ada pepatah yang sangat terkenal: “Al istiqomatu khairun min alfi karomah,” yang berarti Istiqamah itu lebih baik daripada seribu karamah atau mukjizat. Kebaikan yang stabil nilainya jauh melampaui keajaiban sesaat.

Salah satu contoh amalan ringan namun beristiqamah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah Istighfar. Rasulullah, yang dikenal sebagai insan yang ma’sum (terjaga dari dosa), membaca Istighfar minimal 100 kali setiap hari. Ini adalah teladan yang luar biasa, mendorong kita yang banyak dosa untuk terus-menerus memohon ampunan.

Amalan istighfar yang berdampak luar biasa lainnya adalah membaca Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar) sebanyak tiga kali saat matahari terbit dan tiga kali saat matahari terbenam. Siapa saja yang membacanya dengan keyakinan, lalu wafat dalam rentang waktu tersebut, dijamin masuk surga (min ahlil jannah).

Selain Istighfar, ada pula amalan ringan untuk perlindungan, yakni membaca doa: “Bismillahilladzi la yadurru ma’asmihi shai’un fil ardhi wala fis sama’i wahuwas sami’ul ‘alim” tiga kali di pagi dan sore hari. Orang yang mengamalkannya dijanjikan akan terhindar dari segala kemudaratan.

Contoh amalan kedua yang sangat ditekankan adalah Selawat. Membaca selawat bukan sekadar anjuran, melainkan perintah langsung dari Allah SWT dan malaikat-Nya (QS. Al-Ahzab: 56). Amalan ini sangat mudah dilakukan; kita bisa berselawat sambil duduk, berdiri, beristirahat, bahkan di dalam kendaraan.

Janji pahala dari selawat pun sangat menakjubkan: Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang paling dekat dengannya di hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca selawat (Inna awlaasi bi yawmal-qiyamati aktsaruhum ‘alayya shalatan). Siapa yang tidak ingin mendapatkan kedudukan mulia ini, dekat dengan sang pembawa risalah?

Pada akhirnya, kunci dari semua amaliah, baik itu Istighfar, Selawat, maupun Dzikir rutin setelah salat fardu (seperti bacaan Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar 33 kali), adalah Istiqamah. Mari kita terus berikhtiar dan membiasakan diri untuk konsisten dalam kebaikan-kebaikan kecil, sehingga Allah SWT memberinya dampak pahala dan perlindungan yang sungguh luar biasa bagi kehidupan kita saat ini dan di masa depan.

Sumber: Khotbah Jum’at 21 November 2025 oleh Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA dengan tema “Amaliah Biasa Berdampak Luar Biasa”  di Channel Youtub Masjid Al Akbar TV

E-Buletin