Kabarmasjid.id, Malang – Bulan Ramadan bukan sekadar momen menahan lapar dan dahaga, melainkan waktu yang paling tepat untuk kembali mendekatkan diri kepada sumber kebenaran. Di tengah hiruk-pikuk kesibukan duniawi yang sering kali membuat hati terasa gersang, Al-Qur’an hadir sebagai lentera yang memberikan arah dan ketenangan. Melalui lantunan ayat-ayat suci, seorang hamba diajak untuk merefleksikan kembali tujuan hidupnya di dunia ini.
Suasana khusyuk tersebut menyelimuti pelaksanaan ibadah salat Jumat di Masjid Agung Jami Malang pada tanggal 20 Februari 2026, yang bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 Hijriah. Bertindak sebagai khatib dan imam adalah Ustadz Dr. H. Muhammad Ali Abror, M.Pd. Dalam khutbahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ustadz Muhammad Ali Abror mengawali khutbah dengan mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa meningkatkan rasa takwa dan syukur kepada Allah SWT. Beliau mengingatkan bahwa di sisa usia yang ada, setiap detik harus dimanfaatkan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya melalui syariat Nabi Muhammad SAW. Takwa dan syukur merupakan modal utama bagi seorang mukmin untuk meraih kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Dalam inti pesan khutbahnya, beliau mengutip Surah Yunus ayat 57 yang menegaskan bahwa Al-Qur’an telah datang sebagai pelajaran (nasihat) dari Tuhan. Ustadz Muhammad Ali menekankan bahwa segala bentuk solusi atas problematika hidup sebenarnya sudah tertuang di dalam kitab suci tersebut. Namun, nasihat-nasihat tersebut tidak akan bisa dipahami jika umat Islam sendiri enggan untuk membaca dan mendalami isi kandungannya.
Lebih lanjut, khatib menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah Syifa’ atau penawar bagi segala macam penyakit yang ada di dalam dada manusia. Penyakit hati seperti syirik, kemunafikan, iri, dan dengki merupakan penghalang utama kebahagiaan. Dengan rutin membaca dan merenungi Al-Qur’an, penyakit-penyakit batin tersebut secara perlahan akan terobati dan digantikan dengan ketenangan serta kejernihan pikiran.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menyinari rumah tangga dengan aktivitas ibadah. Mengutip hadis Rasulullah SAW, beliau berpesan agar umat Islam menerangi rumah-rumah mereka dengan salat dan bacaan Al-Qur’an. Rumah yang sering dibacakan Al-Qur’an akan mengundang keberkahan dan rahmat, sementara rumah yang jauh dari kalamullah akan terasa gelap dan sempit secara spiritual.
Sebagai Hudan atau petunjuk, Al-Qur’an mengarahkan manusia menuju jalan yang lurus dan benar. Ustaz Ali Abror menegaskan bahwa di era disinformasi saat ini, Al-Qur’an dan Hadis adalah dua perkara yang jika dipegang teguh akan menjamin seseorang tidak akan tersesat selamanya. Keikhlasan dalam belajar dan mengkaji kedua sumber tersebut merupakan kunci untuk memahami syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
Khatib juga menyentuh fenomena “kemalasan” spiritual yang sering menjangkiti umat. Beliau memperingatkan agar kita jangan sampai merasa bosan membaca Al-Qur’an. Dikhawatirkan, rasa malas itu muncul bukan dari diri manusia, melainkan karena Al-Qur’an “malas” kepada hamba tersebut karena kurangnya adab dan kesungguhan. Oleh karena itu, momentum Ramadan harus menjadi titik balik untuk menumbuhkan rasa cinta kembali kepada Al-Qur’an.
Selain sebagai petunjuk, Al-Qur’an adalah Rahmat bagi orang-orang yang beriman. Ustad Muhammad Ali menjelaskan bahwa manfaat Al-Qur’an hanya akan terasa secara maksimal jika ada keyakinan yang mantap dalam hati tanpa ada keraguan sedikit pun. Keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah benar-benar kalamullah akan mendatangkan kasih sayang Allah yang melimpah dalam setiap sendi kehidupan seorang mukmin.
Di akhir khutbahnya, khatib mendoakan agar seluruh jemaah diberikan ketetapan iman dan Islam hingga akhir hayat. Beliau berharap agar setiap aktivitas ibadah di bulan Ramadan, mulai dari puasa, tadarus, hingga sedekah, diterima oleh Allah SWT. Doa juga dipanjatkan agar umat Islam senantiasa diberi kesehatan dan semangat untuk menyempurnakan ibadah selama sebulan penuh.
Khotbah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Ali Abror ini menjadi pengingat berharga bagi kita semua. Al-Qur’an bukan sekadar pajangan di rak buku, melainkan energi hidup yang harus terus dibaca, dipahami, dan diamalkan. Semoga di bulan Ramadan ini, kita semua dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang menuntun langkah menuju rida Allah SWT.
Sumber: Khutbah Jum’at dari Masjid Agung Jami Malang 20 Februari 2026 oleh Ustadz Dr. H. Muhammad Ali Abror, M.Pd