Bukan Sekadar Rutinitas, Ini Alasan Utama Mengapa Shalat Harus Diutamakan dalam Hidup

Ustadz H. Muhammad Taufiq, AB
Ustadz H. Muhammad Taufiq, AB

Bagikan postingan :

Kabarmasjid.id, Surabaya – Ibadah shalat tidak sekadar rutinitas harian yang digugurkan begitu saja, melainkan tiang utama kehidupan seorang muslim yang menentukan kualitas amal ibadahnya secara keseluruhan. Ketika pemahaman seseorang terhadap shalat hanya sebatas kewajiban tanpa pemaknaan mendalam, maka kekhusyukan dan dampak kebaikannya sulit untuk tercapai. Pesan penting inilah yang disampaikan oleh  Ustadz H. Muhammad Taufiq, AB selaku khatib dalam ibadah Khutbah Jum’at yang berlangsung pada hari Jumat, 24 Juli 2026, bertempat di Masjid Al-Irsyad Surabaya.

Dalam khutbahnya, Ustadz Muhammad Taufiq menegaskan bahwa tidak ada perkara dalam kehidupan ini yang lebih agung dan penting selain shalat lima waktu. Beliau mengutip hadis Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa shalat adalah tiang agama; barang siapa menegakkannya maka ia telah merawat agamanya, dan barang siapa meninggalkannya maka ia merubuhkan fondasi agamanya sendiri.

Lebih lanjut disampaikan bahwa shalat diibaratkan sebagai jantung dari seluruh amal ibadah yang dilakukan seorang hamba. Perkara ini menjadi amal pertama yang akan diperiksa dan dinilai oleh Allah SWT pada hari kiamat kelak. Jika penilaian shalat seorang muslim dikategorikan baik dan sukses, maka seluruh catatan amalnya yang lain akan terpengaruh menjadi baik.

Khatib juga mengulas indikator keberhasilan seorang mukmin sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an, yaitu ketika shalatnya dilaksanakan secara khusyuk. Kualitas khusyuk ini tidak akan terbentuk apabila seseorang masih menempatkan posisi shalat hanya sekadar “yang penting sudah dikerjakan” tanpa memberikan prioritas utama.

Khusus mengenai shalat Jum’at, penceramah menekankan bahwa ibadah mingguan ini mengandung nilai pendidikan (ibadah taklimiah) yang sangat tinggi. Pentingnya ibadah ini ditandai dengan seruan khusus bagi orang-orang beriman di dalam Surah Al-Jumu’ah untuk bergegas mengingat Allah (fas’aw ila dzikrillah) dan meninggalkan segala bentuk urusan perniagaan.

Namun, Ustadz Taufiq turut menyuarakan keprihatinannya terhadap fenomena jamaah yang kerap terlambat dan baru memenuhi area masjid setelah khatib naik ke atas mimbar. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perjuangan dan komitmen yang lebih sungguh-sungguh dari setiap muslim untuk menyambut seruan shalat Jum’at secara optimal.

Padahal, persiapaan shalat Jum’at yang dilakukan secara maksimal menjanjikan keutamaan yang luar biasa. Menyucikan diri dari rumah, mengenakan pakaian terbaik, datang lebih awal, serta menyimak khutbah dengan tenang merupakan ikhtiar yang diganjar dengan pengampunan dosa oleh Allah SWT.

Selain kualitas shalat, khatib memaparkan kaitan erat antara kekhusyukan ibadah dengan perilaku sehari-hari, salah satunya memelihara diri dari perbuatan sia-sia (laghw). Orang yang khusyuk akan menjaga waktunya agar tidak terbuang untuk hal-hal yang tidak mendatangkan manfaat, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.

Segi keimanan lain yang disorot adalah mengenai kesadaran menunaikan zakat. Pemahaman zakat yang benar melahirkan kelapangan hati saat mengeluarkannya, sebab disadari bahwa harta yang dizakati tidak akan berkurang, melainkan tumbuh (yanmu) dan bertambah keberkahannya dari Allah SWT.

Ustadz Taufiq lantas mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga konsistensi atau istiqamah dalam beragama. Istiqamah merupakan bentuk perjuangan (jihad) batin yang berkesinambungan untuk menutup setiap kekurangan diri dengan memperbanyak istigfar.

Sebagai teladan, diceritakan kisah keutamaan sahabat Bilal bin Rabah r.a. yang suara terompahnya sudah terdengar di surga. Keistimewaan tersebut diraih bukan semata karena banyaknya amalan rumit, melainkan karena kebiasaan konsistennya dalam merawat wudu serta merangkaikannya dengan shalat sunah dua rakaat.

Mengakhiri khutbahnya, Ustadz Taufiq mengingatkan kembali bahwa ketakwaan yang sejati adalah perisai diri yang akan membuka jalan keluar (way out) dari setiap persoalan hidup. Dengan senantiasa memelihara takut kepada Allah dan menyempurnakan ibadah shalat, kehidupan seorang muslim akan senantiasa dinaungi kemudahan dan keberkahan.

Sumber: Khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz H. Muhammad Taufiq, AB pada tanggal 24 Juli 2026 di Masjid Al-Irsyad Surabaya.

E-Buletin