KabarMasjid.id, Surabaya – Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita menyandang predikat mulia dari Allah SWT: Khairu Ummat (Umat Terbaik). Namun, apa tolok ukur predikat tersebut dan bagaimana cara menjaganya dalam kehidupan sehari-hari?
Dalam Kajian Sabtu Subuh 20 September 2025 yang digelar di Masjid Al Falah Surabaya, Ustaz Sikin Abu Rajab, M.Pd., mengupas tuntas keistimewaan umat Islam berdasarkan panduan Al-Qur’an dan hadis.
Menurut Ustaz Sikin, gelar umat terbaik bukanlah klaim tanpa bukti, melainkan tanggung jawab yang diamanahkan Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 110. Umat ini memiliki tiga pilar keutamaan:
1. Pilar Kebaikan: Mengajak (Ta’muruna bil Ma’ruf)
Keistimewaan pertama umat Islam adalah perannya sebagai agen kebaikan. Ini bukan hanya tentang melakukan kebaikan untuk diri sendiri, tetapi juga mengajak, menyeru, dan menebarkan kebaikan kepada orang lain.
- Pribadi Pembawa Kebaikan: Umat Islam dididik untuk selalu mengisi hidup dengan kebaikan dan semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).
- Peran Sosial: Kita wajib berperan aktif dalam lingkungan, memastikan kebaikan menjadi standar dan norma dalam masyarakat.
2. Pilar Kekuatan: Mencegah (Watanhauna ‘anil Munkar)
Umat terbaik adalah umat yang kuat dan berani mengambil peran penting dalam mencegah kemungkaran (segala bentuk dosa, maksiat, dan keburukan).
“Umat Islam dididik menjadi umat yang tangguh, yang menggunakan kekuatan dan kekuasaan untuk mencegah kerusakan, bukan malah menenggelamkan diri di dalamnya,” jelas Ustaz Sikin.
3. Pilar Keyakinan: Beriman (Wa Tu’minuna Billah)
Landasan segala kebaikan dan kekuatan adalah iman yang teguh kepada Allah SWT. Keyakinan inilah yang menjadi sumber kebahagiaan sempurna di dunia maupun di akhirat.
Mengulas Surah Fussilat ayat 30, Ustaz Sikin menerangkan bahwa keteguhan iman menghasilkan dua ketenangan utama:
- Alla Takhafu (Hilangnya Rasa Takut): Hidup menjadi merdeka karena hanya takut kepada Allah.
- Wala Tahzanu (Hilangnya Rasa Sedih): Kesadaran bahwa segala yang diberikan Allah (baik atau buruk menurut pandangan manusia) adalah pasti baik, pasti benar, dan pasti indah, sehingga hati terbebas dari kesedihan.
4 Ciri Khas Pengikut Rasulullah SAW
Selain tiga pilar di atas, Ustaz Sikin Abu Rajab juga merujuk kepada Surah Al-Fath ayat 29 untuk menjelaskan empat ciri khas pengikut sejati Nabi Muhammad SAW yang mencerminkan keistimewaan mereka:
- Tegas Terhadap Kekafiran (Asyidda’u ‘alal Kuffar) Tegas di sini berarti tidak berkompromi dengan cara hidup yang melanggar nilai-nilai Islam, terutama gaya hidup yang rakus, serakah, dan hanya mengejar kesenangan duniawi tanpa peduli halal-haram.
- Penuh Kasih Sayang Sesama (Ruhama’u Bainahum) Hidup umat Islam harus dilandasi marhamah (kasih sayang). Mereka adalah pribadi yang pemaaf, senang bermusyawarah, dan senantiasa memohonkan ampunan bagi saudaranya yang khilaf.
- Ahli Rukuk dan Sujud (Taraahum Rukka’an Sujjadan) Tidak ada warisan yang lebih berharga daripada mendidik anak cucu untuk taat, tunduk, dan rukuk serta sujud kepada Allah (menjaga salat). Rukuk dan sujud adalah lambang kemuliaan dan keberuntungan hakiki.
- Mencari Karunia dan Keridaan Allah (Fadlan minallahi wa Ridwana) Dalam mencari rezeki (karunia Allah), umat terbaik tidak hanya mengejar jumlah, tetapi yang utama adalah mencari keridaan Allah.
Ustaz Sikin menutup kajian dengan mengingatkan bahwa kebahagiaan hidup (al-A’qibatul lil Muttaqin) akan dirasakan oleh orang yang memilih jalan kemuliaan dengan bertakwa kepada Allah SWT. Umat yang terbaik adalah yang hidupnya diwarnai (sibghah) oleh bekas sujud dan salatnya, sehingga setiap aktivitasnya bernilai ibadah.
Semoga kita termasuk umat yang mampu mengamalkan tiga pilar keutamaan dan empat ciri khas ini, Aamiin.
Sumber: Channel Youtube Masjid Al Falah