Kabarmasid.id, Surabaya – Menjaga kesehatan fisik dan sendi merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah maupun aktivitas sehari-hari bagi setiap muslim. Pemahaman mendalam mengenai pencegahan serta penanganan gangguan sendi secara tepat menjadi topik utama dalam acara kajian kesehatan yang diselenggarakan pada Ahad Subuh di Masjid Ash-Shoobiriin, dengan menghadirkan narasumber seorang pakar ortopedi, dr. Pramono Ari Wibowo, Sp.OT, Subsp.TLBM (K).
Dalam pemaparannya, dr. Pramono menyoroti fenomena nyeri bahu yang sangat umum dialami oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia. Beliau menjelaskan bahwa keluhan nyeri pada area bahu kerap dianggap sepele, padahal kondisi tersebut bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian khusus dan penanganan yang benar.
Salah satu poin penting yang ditegaskan dalam kajian tersebut adalah bahwa tidak semua nyeri yang dirasakan di daerah bahu murni bersumber dari organ atau sendi bahu itu sendiri. Nyeri bahu kerap kali merupakan bentuk rasa sakit rujukan (referred pain) yang dipicu oleh gangguan pada organ tubuh lain, seperti masalah kardiovaskular atau penyakit metabolik.
dr. Pramono menerangkan bahwa penyakit seperti hipertensi, kadar kolesterol tinggi, hingga diabetes melitus dapat menimbulkan efek sistemik yang bermanifestasi berupa rasa pegal dan nyeri di seluruh tubuh, termasuk area bahu. Oleh karena itu, penanganan nyeri bahu tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa mengidentifikasi akar penyebab utamanya.
Terkait proses diagnosis, beliau mengimbau masyarakat untuk tidak mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan asumsi atau sekadar berkonsultasi via telepon tanpa pemeriksaan fisik. Seorang dokter membutuhkan tahapan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari wawancara medis (anamnesis), pemeriksaan fisik langsung, hingga pemeriksaan penunjang seperti rontgen, USG, atau tes laboratorium guna menegakkan diagnosis yang akurat.
Sebagai langkah awal pertolongan mandiri di rumah saat mengalami nyeri bahu, dr. Pramono menyarankan agar masyarakat segera mengistirahatkan anggota tubuh yang sakit dan mengurangi aktivitas berat. Kegiatan seperti mengangkat barang berat atau menjangkau posisi tinggi sebaiknya dihentikan sementara waktu untuk mencegah risiko cedera yang lebih parah.
Selain peristirahatan, penggunaan obat pereda nyeri ringan yang dijual bebas seperti parasetamol diperbolehkan untuk meredakan gejala sementara. Namun, narasumber menekankan secara tegas agar masyarakat tidak sekali-kali mengonsumsi obat antibiotik tanpa resep dan petunjuk dokter, karena antibiotik bukan ditujukan untuk mengatasi nyeri sendi atau otot.
Kajian ini juga memberikan peringatan keras mengenai bahaya konsumsi obat anti nyeri dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis. dr. Pramono menjelaskan bahwa penggunaan obat anti nyeri secara berlebihan dan terus-menerus dapat memicu kerusakan organ vital, seperti iritasi dan luka pada lambung, hingga mengganggu fungsi hati serta ginjal.
Apabila keluhan nyeri tidak menunjukkan perbaikan setelah tiga hari mengonsumsi obat anti nyeri ringan, pengobatan mandiri harus segera dihentikan. Pasien disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dokter dapat menemukan sumber utama masalah dan memberikan terapi yang sesuai target.
Dari sisi pencegahan, dr. Pramono membagikan ikhtiar hidup sehat yang sangat sederhana namun efektif, yaitu membiasakan olahraga rutin seperti jalan kaki selama 30 menit setiap hari. Beliau menekankan bahwa konsistensi dan keberlanjutan dalam berolahraga jauh lebih penting daripada intensitas yang berat namun hanya dilakukan sesekali.

Peregangan (stretching) di pagi hari sesaat setelah bangun tidur serta berjemur di bawah sinar matahari pagi juga sangat dianjurkan. Aktivitas ini berguna untuk menjaga kelenturan otot dan fleksibilitas sendi, sekaligus menjadi sarana alami untuk memperoleh Vitamin D yang sangat dibutuhkan dalam menjaga kepadatan dan kesehatan tulang.
Sebagai penutup kajian, dr. Pramono mengajak jamaah untuk menanamkan kedisiplinan dalam menjaga pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh. Dengan tubuh yang sehat dan bebas dari rasa sakit, seorang hamba dapat menjalankan ibadah kepada Allah SWT serta menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kenyamanan dan kebahagiaan.
Sumber: Kajian Kesehatan bersama dr. Pramono Ari Wibowo, Sp.OT, Subsp.TLBM (K) pada Minggu 12 Juli 2026 dengan tema “Kupas Tuntas Nyeri Bahu” Masjid Ash-Shoobiriin Surabaya.