KabarMasjid.id, Surabaya – Pada era digital yang serba cepat ini, mencari panduan spiritual yang kokoh sering kali menjadi tantangan. Tepat pada Selasa 8 Oktober 2025, jamaah di Sidoarjo mengikuti pencerahan mendalam melalui kajian rutin kitab Bidayatul Hidayah. Kajian episode pertama ini diasuh oleh KH. Ahmad Mujab Muthohhar, yang akrab disapa Gus Mujab. Diselenggarakan oleh Annawawi Ampel bersama Shafiyah Design Sidoarjo, kajian ini memberikan panduan awal yang jelas tentang bagaimana seorang hamba memulai perjalanan spiritual menuju petunjuk Allah SWT.
Kitab Bidayatul Hidayah sendiri bukanlah sekadar teks biasa. Ia adalah karya monumental Imam Al-Ghazali yang berfungsi sebagai peta jalan praktis bagi setiap Muslim yang serius ingin membersihkan hati dan menata amal perbuatannya. Gus Mujab dalam kajiannya menekankan bahwa bidayah (permulaan) adalah fase terpenting, karena kualitas permulaan akan menentukan kualitas hasil akhir.
Gus Mujab mengawali dengan menjelaskan hakikat perpisahan (perpindahan) dan perjumpaan (pertemuan) seorang hamba. Perpisahan merujuk pada meninggalkan dunia dan bertemu dengan akhirat, sebuah perpisahan yang pasti dialami setiap jiwa. Persiapan menghadapi perpisahan inilah yang menjadi inti dari kajian spiritual dalam Islam.
Inti dari Bidayatul Hidayah terletak pada pengenalan tiga pilar utama yang menopang kehidupan beragama: Ketaatan, Meninggalkan Maksiat, dan Memperbaiki Hati. Gus Mujab menguraikan bahwa ketaatan tanpa meninggalkan maksiat ibarat membangun rumah di atas pasir. Keduanya harus berjalan beriringan.
Dalam sesi pertama ini, perhatian Gus Mujab difokuskan pada bab awal, yaitu mengenai pentingnya menjaga waktu dan meluruskan niat. Ia mengingatkan para jamaah bahwa setiap tarikan napas adalah modal berharga. Barang siapa menyia-nyiakan waktunya, maka ia telah kehilangan kesempatan besar untuk berdagang dengan Allah.
Gus Mujab menyampaikan, niat adalah ruh dari amal. Niat yang benar adalah fondasi pertama bagi hidayah yang berkelanjutan. Beliau mencontohkan, rutinitas kajian ini harus diniatkan semata-mata untuk mencari rida Allah, bukan sekadar mengisi waktu atau mencari popularitas. Dengan niat yang lurus, setiap langkah kaki menuju majelis ilmu bernilai ibadah.
Kajian selama 51 menit 30 detik ini juga menyentuh aspek praktik sehari-hari, khususnya amalan di pagi hari. Imam Al-Ghazali memulai petunjuk dengan hal yang paling dasar: bangun pagi dan ritual kebersihan. Gus Mujab menjelaskan filosofi di balik ini.
Seorang pencari petunjuk sejati (salik) harus memulai harinya dengan mengalahkan hawa nafsu pertamanya, yaitu keinginan untuk terus tidur. Kemenangan kecil di pagi hari ini akan menjadi modal untuk memenangkan pertempuran-pertempuran spiritual sepanjang hari.
Beliau lantas mengupas tuntas mengenai adab-adab dan doa-doa ketika bangun tidur, berwudu, dan bersiap untuk salat Subuh. Hal-hal detail yang sering terlewatkan ini, menurut kitab, adalah pembeda antara seorang hamba yang lalai dan seorang hamba yang berhati-hati.
Menariknya, Gus Mujab berhasil membawa ajaran klasik Imam Al-Ghazali agar relevan dengan konteks kekinian. Beliau menekankan perlunya ‘digital wira’ (kehati-hatian digital), yaitu menjaga mata, telinga, dan lisan kita dari fitnah media sosial, sama seperti anjuran Imam Al-Ghazali untuk menjaga anggota badan dari maksiat secara umum.
Sebagai penutup, Gus Mujab berpesan, proses mencapai hidayah adalah sebuah perjalanan bertahap. Sebagaimana judul kitab, ia adalah permulaan. Tugas kita adalah memulai dengan baik dan istiqamah. Jangan pernah merasa puas dengan kebaikan yang sudah dilakukan, namun teruslah merasa takut akan dosa yang mungkin tersembunyi.
Kajian rutin ini menjadi oase ilmu yang mencerahkan di tengah kesibukan warga Sidoarjo. Semoga, dengan mengamalkan intisari dari Bidayatul Hidayah ini, setiap jamaah dapat menemukan fondasi spiritual yang kokoh dan melangkah mantap di jalan yang diridai Allah SWT. Kajian ini dapat diakses melalui kanal Annawawi Ampel bagi yang ingin mengulanginya.
Sumber: Kajian Rutin Bidayatul Hidayah oleh KH. Ahmad Mujab Muthohhar di Channel Youtube Annawawi Ampel