KabarMasjid.id, Surabaya – Setiap manusia pasti pernah berhadapan dengan badai kesusahan dan beban pikiran yang terasa berat. Dalam upaya mencari solusi spiritual yang menenangkan, sebuah kajian mendalam yang diadakan di Masjid Diponegoro, Surabaya, pada Sabtu 14 November 2025, menghadirkan Ustadz H. Muzakky, M.Ag, Al Hafidz. Beliau membahas tuntas mengenai amalan yang dijamin Rasulullah ﷺ sebagai “Dzikir Penghilang Susah.” Kajian ini mengupas rahasia amalan ringan namun berdampak besar, yang mampu mengantar ketenangan hati dan menjauhkan diri dari segala bentuk kegundahan.
Ustadz Muzakky menegaskan bahwa pada dasarnya, hidup ini adalah masalah dan merupakan sebuah ujian. Sebagaimana firman Allah SWT, “Dialah yang menciptakan kehidupan dan yang menciptakan kematian untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang terbaik amalnya.” Dengan kata lain, setiap individu, terlepas dari status sosialnya, memiliki ujiannya sendiri-sendiri berdasarkan kadar keimanan yang dimiliki.
Lantas, bagaimana cara menghadapi ujian dan kesusahan tersebut? Menurut beliau, jalan satu-satunya dan solusi terbaik adalah dengan memperbanyak zikir. Zikir atau mengingat Allah adalah penenang hati yang paling mujarab. Daripada berdiam diri di rumah dan terus memikirkan masalah hingga jatuh sakit, jauh lebih baik menyibukkan diri dengan mengingat Allah.
Anjuran untuk memperbanyak zikir ini bukanlah saran biasa, melainkan perintah langsung dari Allah SWT. Beliau mengutip Surah Al-Ahzab ayat 41: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang banyak.” Manfaatnya jelas: selain membuat hati menjadi tenang dan kesusahan perlahan hilang, zikir adalah benteng spiritual.
Secara unik, Ustadz Muzakky menyebutkan bahwa zikir yang kontinu akan menghindarkan seseorang dari sifat “kepo” atau suka mencampuri urusan orang lain. Orang yang rajin berzikir akan merasa sibuk dengan urusannya sendiri, yakni sibuk mengurus amal dan mengingat Tuhannya, sehingga tidak memiliki celah waktu untuk berghibah atau memikirkan hal-hal yang tidak penting.
Lebih lanjut, Ustadz Muzakky menjabarkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan dua jenis zikir: Dzikir Lazimah (Wajib), yang harus rutin diamalkan setiap hari, dan Dzikir Wadhifah (Sunnah), yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Ada lima amalan zikir Lazimah yang wajib kita masukkan ke dalam rutinitas harian.
Yang pertama dan terpenting adalah Dzikir Istighfar. Rasulullah ﷺ sendiri, yang sudah dijamin surga, beristighfar minimal 100 kali sehari. Selain istighfar biasa, beliau menganjurkan membaca Sayyidul Istighfar minimal tiga kali di pagi dan sore hari karena amalan ini adalah jaminan husnul khatimah. Selain mengampuni dosa, istighfar juga melancarkan rezeki dan membantu melunasi hutang.
Dzikir wajib yang kedua adalah Dzikrut Tauhid, yaitu membaca “La ilaha illallah” untuk memperbaharui iman. Kemudian yang ketiga adalah Dzikru Tilawatil Qur’an. Sebaik-baik zikir adalah membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memiliki target khatam rutin, minimal sebulan sekali.
Dzikir wajib keempat adalah Dzikrus Sholawat. Sholawat merupakan penenang hati yang luar biasa. Ustadz Muzakky menyebutkan bahwa dua sholawat yang asli diajarkan Rasulullah adalah Sholawat Jibril (“Shallallahu ala Muhammad”) dan Sholawat Ibrahimiyah. Dianjurkan untuk mengamalkannya sebanyak-banyaknya, terutama di hari Jumat.
Terakhir, yang kelima adalah Dzikru Asmaul Husna. Zikir ini sangat fleksibel karena kita dapat memilih nama Allah sesuai dengan hajat yang dimiliki. Misalnya, untuk urusan rezeki, perbanyak membaca Ya Razzaq Ya Wahhab. Untuk meluluhkan hati yang keras, bacalah Ya Lathif, sedangkan untuk kekuatan dan perlindungan dari intimidasi, bacalah Ya Jabbar Ya Qohar.
Selain lima amalan wajib di atas, Ustadz Muzakky juga menyarankan untuk mempelajari Dzikir Wadhifah (Sunnah), yaitu doa-doa yang spesifik diajarkan Nabi ﷺ untuk berbagai kegiatan harian, seperti doa bangun tidur, masuk-keluar kamar mandi, hingga keluar rumah. Beliau merekomendasikan Kitab Al-Azkar An-Nawawi sebagai rujukan utama.
Dalam sesi tanya jawab, ketika disinggung mengenai Dzikir untuk mendapatkan jodoh, Ustadz Muzakky menyarankan agar memperbanyak zikir Ya Wahhab. Namun, beliau menekankan kunci utamanya adalah memperbaiki akhlak diri sendiri. Sesuai kaidah, Allah akan mengirimkan jodoh yang cerminan dari diri kita. Jika ingin jodoh yang baik, pastikan akhlak kita juga sudah baik.
Sebagai penutup, Ustadz Muzakky berpesan bahwa zikir adalah solusi untuk terhindar dari penyakit hati seperti gibah dan membicarakan orang lain, karena lisan kita telah tersibukkan dengan menyebut nama Allah. Dzikir menjamin ketenangan di dunia, serta ampunan dan pahala surga yang besar di akhirat. Mari beristiqamah dalam lima zikir wajib ini agar hidup kita selalu diliputi kedamaian dan berkah.
Sumber: Kajian Masjid Diponegoro dengan tema “Dzikir Penghilang Susah” oleh Ustadz H. Muzakky, M.Ag, Al Hafidz di Channel Youtube Masjid Diponegoro Surabaya