4 Kunci Membentuk Karakter Mukmin Tangguh Menurut Al-Qur’an, Apa Saja?

Ustadz Abdul Rojak Lubis, M.Sos.
Ustadz Abdul Rojak Lubis, M.Sos.

Bagikan postingan :

KabarMasjid.id, Surabaya – Di tengah dinamika zaman yang kian kompleks, ketangguhan mental dan spiritual menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap individu. Al-Qur’an hadir bukan sekadar sebagai kitab suci yang dibaca, melainkan sebagai pedoman hidup yang mampu mentransformasi kepribadian seseorang. Melalui pemahaman yang mendalam terhadap ayat-ayatnya, seorang Muslim dapat membangun pondasi karakter yang tidak mudah goyah oleh badai ujian kehidupan.

Kajian mendalam mengenai hal ini disampaikan oleh Ustadz Abdul Rojak Lubis, M.Sos., dalam sesi Kajian Maghrib yang berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026. Bertempat di Masjid Al Falah Surabaya, Ustadz Abdul Rojak membedah tema “Al-Qur’an Membentuk Karakter Mukmin yang Tangguh”. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai luhur dalam Al-Qur’an adalah mukjizat abadi yang tetap relevan untuk menjawab tantangan manusia modern saat ini.

Dalam paparannya, Ustadz Abdul Rojak menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah cahaya (nur) yang diturunkan Allah untuk seluruh umat manusia. Cahaya ini berfungsi sebagai penerang dalam kegelapan dunia, memberikan petunjuk bagi mereka yang beriman dan berpegang teguh pada tali agama Allah. Tanpa interaksi yang konsisten dengan Al-Qur’an, mustahil bagi seorang hamba untuk meraih kemukjizatan dan keberkahan dalam kehidupannya.

Poin pertama yang menjadi sorotan adalah ketangguhan dalam keimanan. Seorang Mukmin yang mencintai Al-Qur’an akan menyadari bahwa pernyataan iman bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari berbagai ujian. Al-Qur’an mengajarkan bahwa setiap manusia pasti akan diuji untuk membuktikan kebenaran imannya, sehingga ia tidak akan terkejut atau berputus asa ketika menghadapi kesulitan hidup yang berat.

Selanjutnya, Al-Qur’an membentuk karakter yang tangguh dalam kesabaran. Ustadz menekankan bahwa tidak semua orang mampu melewati ujian dengan kepala tegak. Namun, bagi mereka yang menjaga hubungan baik dengan Al-Qur’an, akan muncul keyakinan bahwa pertolongan Allah sangat dekat. Sabar dan shalat dijadikan sebagai sarana utama untuk memohon kekuatan kepada Sang Pencipta dalam menghadapi setiap lika-liku takdir.

Ketangguhan berikutnya terletak pada aspek akhlak atau budi pekerti. Inti dari ajaran Rasulullah SAW yang bersumber dari Al-Qur’an adalah penyempurnaan akhlak bagi manusia. Karakter Mukmin yang tangguh digambarkan sebagai pribadi yang mampu membalas keburukan dengan kebaikan. Mereka tidak akan terpancing untuk membalas cacian dengan cacian, melainkan tetap menunjukkan sikap mulia yang mendatangkan kedamaian bagi sekitarnya.

Aspek keempat yang dibahas adalah ketangguhan dalam beramal ibadah. Menjalankan rutinitas ibadah, baik yang wajib maupun sunah, memerlukan konsistensi dan kekuatan mental yang besar. Al-Qur’an memberikan motivasi agar setiap detik waktu yang dimiliki tidak terbuang sia-sia. Dengan semangat Al-Qur’an, seorang Muslim akan terdorong untuk terus meningkatkan kualitas amal salihnya sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Kajian ini juga mengingatkan pentingnya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Manusia secara fitrah berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal salih, dan rutin saling menguatkan antar sesama. Karakter tangguh ini tidak hanya dibangun secara individual, tetapi juga melalui kepedulian sosial untuk mengajak orang lain tetap berada di jalan yang lurus sesuai tuntunan wahyu.

Ustadz Abdul Rojak juga membagikan pengalaman pribadinya saat melakukan aksi kemanusiaan di daerah bencana. Beliau menyaksikan langsung bagaimana Al-Qur’an menjadi sumber kekuatan utama bagi para korban banjir untuk tetap bangkit. Anak-anak yang tetap mengaji di tengah keterbatasan menjadi bukti nyata bahwa interaksi dengan kalam Allah mampu melahirkan ketenangan batin yang luar biasa di tengah musibah.

Menjelang kedatangan bulan suci Ramadan, jamaah diajak untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini. Bulan Syakban ini menjadi momentum yang tepat untuk meluangkan waktu, pikiran, dan hati dalam mempelajari Al-Qur’an. Persiapan yang matang akan membantu kita mendapatkan kemukjizatan Al-Qur’an secara maksimal selama bulan Ramadan nanti, sehingga transformasi karakter dapat benar-benar terjadi.

Lebih dari sekadar membaca, umat Islam didorong untuk mentadaburi atau merenungkan makna setiap ayat. Getaran di dalam hati saat mendengar atau membaca Al-Qur’an adalah tanda bahwa iman seseorang sedang bertumbuh. Koneksi spiritual inilah yang akan menjadi tameng dari berbagai pengaruh negatif dan godaan duniawi yang dapat merusak integritas seorang Muslim sebagai hamba Allah.

Sebagai penutup, Ustadz Abdul Rojak  menegaskan bahwa Al-Qur’an akan datang sebagai pemberi syafaat bagi sahabat-sahabatnya di hari kiamat kelak. Sahabat Al-Qur’an adalah mereka yang kesehariannya tidak pernah lepas dari membaca, memahami, dan mengamalkan isinya. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai hiasan hidup, seorang Mukmin tidak hanya akan menjadi tangguh di dunia, tetapi juga akan meraih kemuliaan yang abadi di akhirat.

Sumber: Kajian Maghrib di Masjid Al Falah Surabaya oleh Ustadz Abdul Rojak Lubis, M.Sos. dengan tema “Al-Qur’an Membentuk Karakter Mukmin yang Tangguh”

E-Buletin