KabarMasjid.id – Masjid Agung Demak dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia sekaligus simbol penting penyebaran Islam di tanah Jawa. Berdiri megah di pusat Kota Demak, Jawa Tengah, masjid ini dipercaya didirikan oleh Raden Patah—pendiri Kesultanan Demak—bersama para Wali Songo pada akhir abad ke-15.
Pembangunan masjid diperkirakan dimulai sekitar tahun 1477 M, tidak lama setelah Raden Patah diangkat sebagai Sultan. Keberadaan masjid ini berkaitan erat dengan penyebaran Islam yang dilakukan Wali Songo. Tak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Demak juga difungsikan sebagai pusat pendidikan, musyawarah, hingga penegakan hukum Islam pada masa itu.
Salah satu hal unik dari masjid ini adalah keberadaan Candrasengkala dalam bentuk simbol kura-kura (bulus) di mihrab masjid. Simbol ini menunjukkan tahun 1401 Saka atau 1479 Masehi sebagai penanda tahun pendirian. Tak hanya itu, arsitektur masjid juga kental dengan nuansa Jawa yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam. Atapnya berbentuk limasan bertingkat tiga yang melambangkan konsep Iman, Islam, dan Ihsan.
Empat tiang utama atau saka guru yang menyangga bangunan masjid diyakini dibuat oleh empat tokoh Wali Songo: Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Ampel. Saka milik Sunan Kalijaga dibuat dari potongan-potongan kayu yang disatukan (saka tatal), sebagai simbol persatuan dan kesederhanaan.
Masjid ini juga memiliki Pintu Bledeg, pintu kayu besar yang diukir dengan motif petir, naga, dan matahari. Selain berfungsi sebagai pintu utama, ornamen tersebut dipercaya memiliki kekuatan simbolik untuk melindungi masjid dari bahaya petir, sekaligus menyimpan penanggalan penting dalam bentuk Candrasengkala.
Tidak hanya struktur bangunannya yang istimewa, Masjid Agung Demak juga dikelilingi oleh kompleks pemakaman keluarga Kesultanan Demak serta beberapa wali. Lokasinya yang berdampingan dengan alun-alun dan pusat pemerintahan kala itu semakin memperkuat fungsinya sebagai episentrum dakwah Islam.
Saat ini, Masjid Agung Demak menjadi situs cagar budaya nasional dan destinasi ziarah sejarah yang banyak dikunjungi peziarah dan wisatawan. Meski telah mengalami beberapa kali renovasi, keaslian desain dan nilai historisnya tetap dijaga dengan baik.
Lebih dari sekadar bangunan tempat ibadah, Masjid Agung Demak merupakan warisan budaya dan spiritual yang menyatukan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Jawa. Di sinilah jejak kejayaan Islam Nusantara ditorehkan dan terus dijaga hingga kini. (*)