Kabarmasjid.id, Surabaya – Kota Surabaya terus memperkuat fondasi keagamaan dan sosialnya melalui kolaborasi strategis antarlembaga. Hal ini tecermin dalam audiensi hangat antara jajaran Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Surabaya dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy., yang berlangsung pada Kamis (16/4/2026) di Kantor Kemenag Surabaya, Jalan Raya Masjid Al-Akbar No. 1.
Rombongan PD DMI Surabaya dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I, Drs. H. Nurhasan M.Pd, yang didampingi oleh Wakil Ketua II Gus Miftah Jauhari, Bendahara H. Mochamad Djamil Masduki, serta Departemen Kominfo dan Publikasi, Achmad Muzakky Cholily. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua pihak untuk menyamakan visi dalam mengelola kemaslahatan umat di Kota Pahlawan.
Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah mempererat sinergi antara DMI dan Kemenag Surabaya. Keduanya sepakat bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah ritual, melainkan pusat peradaban yang harus dikelola secara profesional agar mampu memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.
Selain mempererat silaturahmi, kehadiran jajaran PD DMI Surabaya ini juga bertujuan menyampaikan undangan resmi terkait agenda pelantikan pengurus masa khidmat 2026-2031. Acara sakral tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, bertempat di Masjid Nuruzzaman Universitas Airlangga.
Sinergi ini dinilai sangat krusial dan sejalan dengan spirit “Memakmurkan Masjid dan Dimakmurkan oleh Masjid” yang selama ini menjadi jargon utama DMI. Melalui hubungan yang harmonis dengan Kemenag, diharapkan program-program pemberdayaan umat ke depan dapat berjalan lebih terintegrasi dan menyentuh akar rumput.
Dalam arahannya, Dr. H. Muhammad Muslim menekankan bahwa DMI memiliki peran vital sebagai katalisator kesejahteraan. “DMI harus menjadi motor penggerak kesejahteraan umat, terutama bagi orang-orang yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk memakmurkan masjid,” ujar Kepala Kemenag Surabaya tersebut dengan penuh penekanan.
Beliau menambahkan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan para pengabdi masjid—mulai dari takmir hingga petugas kebersihan—adalah kunci agar pelayanan keagamaan semakin berkualitas. Dengan sinergi bersama Kemenag, berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid diharapkan dapat segera diakselerasi di seluruh wilayah Surabaya.
Tak hanya soal kesejahteraan ekonomi, aspek ideologi dan keamanan rumah ibadah juga menjadi sorotan tajam dalam diskusi tersebut. Dr. Muhammad Muslim mengingatkan adanya tantangan besar terkait munculnya infiltrasi paham-paham luar yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa di lingkungan masjid.
“DMI punya tugas besar untuk melindungi masjid dari kelompok-kelompok berideologi transnasional yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI,” tegas Muslim. Menurutnya, masjid harus tetap menjadi benteng moderasi beragama yang menyejukkan dan menjaga keutuhan bingkai kenegaraan.
Menanggapi arahan tersebut, Drs. H. Nurhasan menyatakan kesiapan PD DMI Surabaya untuk menjalankan amanah tersebut sebagai mitra strategis pemerintah. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan kepada takmir masjid agar memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat serta manajemen masjid yang inklusif.

(Suasana Audiensi)
Melalui kemitraan yang makin erat ini, Kemenag dan DMI Surabaya bertekad menjadikan masjid sebagai ruang publik yang aman dari paham radikalisme. Transformasi masjid menjadi pusat edukasi yang nyaman bagi generasi muda menjadi salah satu target utama dalam periode kepengurusan lima tahun ke depan.

Audiensi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menyukseskan pelantikan mendatang sebagai langkah awal pengabdian yang lebih masif. Sinergi ini diharapkan menjadi oase bagi umat di Surabaya, di mana masjid benar-benar menjadi tempat yang makmur dan pada saat yang sama memberikan kemakmuran bagi jamaah di sekelilingnya.