Kabarmasjid.id, Surabaya – Sebanyak 80 pemuda yang tergabung dalam Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) Dewan Masjid Indonesia (DMI) se-Jawa Timur mengikuti pelatihan bertema “Pemberdayaan Remaja Masjid, Keuangan dan Bisnis Syariah”. Acara yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah (PW) DMI bersama Yayasan Dewan Masjid Indonesia (Demasindo) Jatim ini berlangsung di Surabaya pada Sabtu 14 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua PW DMI Jatim, Dr KHM Sudjak MAg, didampingi Ketua Yayasan Demasindo Jatim Drs H Suhadi dan Ketua Umum PW Prima DMI Jatim Akhmad Ainur Roziqin. Pelatihan ini digagas sebagai langkah strategis untuk menggerakkan kembali peran pemuda di tengah besarnya potensi 52.712 masjid yang tersebar di wilayah Jawa Timur.
“Kalau saya berkunjung ke daerah, takmir masjid umumnya curhat tentang sulitnya merangkul anak-anak muda ke masjid,” kata Ketua PW DMI Jatim Dr KHM Sudjak MAg saat membuka pelatihan yang diadakan PW Prima DMI Jatim itu di Surabaya, Sabtu 14 Agustus 2026
Sudjak menekankan pentingnya pembekalan mental bagi generasi muda yang akan menjadi calon pemimpin di masa mendatang melalui program-program yang relevan dengan minat mereka.
”Pelatihan ini penting, karena remaja hari ini adalah pemimpin masa depan dan kesiapan mental apapun bagi anak-anak muda itu penting. Untuk itu, masjid perlu merangkul anak-anak muda, tentu dengan acara yang sesuai minat meeka,” katanya.
Ia juga menyarankan agar takmir masjid tidak hanya berfokus pada agenda keagamaan rutin seperti shalat berjamaah atau pengajian, tetapi juga memberikan ruang kreatif bagi pemuda.
“Contohnya di Masjid Al-Akbar Surabaya yang merekrut remaja dan diberi tugas mengelola kegiatan berbasis anak-anak muda, seperti Majelis Subuh GenZI dengan pemberi tausiyah juga dari kalangan muda yang punya banyak follower, seperti Hanan Attaki atau Habib Jakfar. Di Al-Akbar juga ada Mini Soccer untuk olahraga dan ngaji sambil olahraga,” katanya.
Selain itu, para anggota Prima DMI Jatim diajak untuk berkontribusi aktif dalam tiga program unggulan DMI Jatim, yakni Masjid Award, Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM), dan Halal Center melalui inovasi khas anak muda.
“Bisa saja ada Masjid Award untuk masjid kategori masjid dengan kegiatan khusus anak muda paling menarik, atau pendamping muda untuk sertifikat halal bagi UMKM dari program Halal Center, atau kreasi untuk UMKM digital,” katanya.
Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu Dekan FEB Unesa Dr H Moch Khoirul Anwar, pengusaha Dr Ir Hj Dewi Masyithoh, serta Setya Ardianta MM dari Divisi Talenta Digital Santri/PP Digipreneur Al-Yasmin Surabaya.