Kabarmasjid.id, Surabaya – Suasana khidmat bercampur semangat kebersamaan mewarnai pelataran Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya pada Rabu 19 Agustus 2026. Sebanyak 122 Penyuluh Agama se-Kota Surabaya yang melingkupi umat Islam, Kristen, Hindu, hingga Buddha berkumpul bersama melintasi sekat perbedaan keyakinan guna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui deretan aksi sosial dan kebangsaan.
Mengusung tema sentral “Seirama Dalam Gerak, Selaras Dalam Bhinneka”, perayaan kemerdekaan kali ini dirancang tidak hanya sebagai ajang seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata kemanusiaan. Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kota Surabaya menggandeng berbagai lembaga strategis untuk mengukuhkan nilai toleransi, kerukunan, serta kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Salah satu agenda utama yang menjadi pusat perhatian dalam perhelatan ini adalah program Aksi Layanan Sehat (ALS). Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini ditujukan khusus bagi para penyuluh agama lintas iman dan masyarakat luas, sebagai simbol bahwasanya pengabdian dan kemanusiaan berada di atas segala bentuk latar belakang tradisi maupun keagamaan.
Aksi sosial ini dapat terlaksana dengan baik atas sinergi dan kolaborasi lintas lembaga yang sangat solid. PD IPARI Kota Surabaya berkolaborasi erat dengan Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur, PD DMI Kota Surabaya, Dompet Dhuafa Jawa Timur, serta Yayasan Seribu Senyum dalam menghadirkan layanan medis inklusif dan berkualitas.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, Moch. Rizzqi Aladib, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keberlanjutan sinergi sosial ini. Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi pemeriksaan kesehatan gratis di halaman Masjid Muhammad Cheng Hoo ini telah memasuki gelombang pelaksanaan yang kedelapan kalinya.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali melaksanakan Aksi Layanan Sehat di Cheng Hoo, dan ini merupakan pelaksanaan yang ke-8. Hingga hari ini, program ALS telah menjangkau 456 jiwa penerima manfaat, dengan mayoritas peserta adalah perempuan,” ujar Moch. Rizzqi Aladib.
Rizzqi menekankan bahwa tingginya partisipasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, menunjukkan peningkatan kesadaran kolektif akan pentingnya investasi kesehatan jangka panjang. Menurutnya, pencegahan penyakit secara dini melalui gaya hidup seimbang jauh lebih krusial dibandingkan tindakan pengobatan setelah mengalami keluhan fisik.
“Ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk menjaga kesehatan semakin penting, terutama melalui pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang cukup, istirahat yang baik, serta gaya hidup yang lebih seimbang. Karena menjaga kesehatan bukan hanya tentang berobat ketika sakit, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga diri sejak dini,” tegasnya.
Ia menaruh harapan besar agar keberadaan program intervensi medis gratis ini tidak hanya berhenti pada pemeriksaan fisik secara temporer semata. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan dan budaya hidup bersih serta sehat di tengah aktivitas harian para penyuluh agama dan warga Kota Surabaya.
“Semoga layanan ini tidak hanya memberikan manfaat pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih kepada seluruh pihak, tenaga kesehatan, relawan, dan para donatur yang terus mendukung. Semoga ikhtiar ini menjadi amal kebaikan dan terus memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkas Rizzqi.

(Penyuluh agama lintas iman menjalani cek kesehatan gratis dalam Aksi Layanan Sehat ke-8 Dompet Dhuafa di Surabaya)
Menanggapi keberhasilan sinergi Aksi Layanan Sehat tersebut, Ketua PD IPARI Kota Surabaya, Hj. Rini Widiarti, menegaskan bahwa momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini merupakan wadah nyata untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kesehatan merupakan sarana paling efektif dalam mempererat moderasi beragama.
“Seirama dalam gerak, kita kuat. Selaras dalam Bhinneka, kita hebat. Berbeda dalam keyakinan, bersatu dalam kemanusiaan dan kebangsaan,” tutur Rini menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman.
Rini menambahkan bahwa keberadaan 122 penyuluh dari latar belakang Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha pada perhelatan ini menjadi cerminan utuh bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat untuk saling melengkapi dan melayani masyarakat secara bersama-sama.
Selain Aksi Layanan Sehat, perayaan kemerdekaan juga diwarnai dengan Senam Moderasi, Apel Kemerdekaan, serta berbagai lomba keakraban yang dirancang untuk mempererat silaturahmi antarpenyuluh lintas agama tanpa memandang latar belakang tradisi.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini pun ditutup dengan optimisme tinggi bahwa harmoni lintas agama di Kota Pahlawan akan terus terjaga. Dari pelataran Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, kolaborasi Aksi Layanan Sehat dan kebersamaan lintas iman ini menjadi bukti konkret bahwa merawat persatuan bangsa serta melayani kemanusiaan adalah cara terbaik untuk mengisi kemerdekaan Indonesia