Kisah Masjid Remaja Surabaya: Jejak Dakwah yang Lahir dari Semangat Kolektif

Masjid Remaja Surabaya
Masjid Remaja Surabaya

Bagikan postingan :

KabarMasjid.id, Surabaya – Di tengah hiruk pikuk kehidupan urban Surabaya, sebuah masjid di kawasan Kalilom, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya menancapkan eksistensinya sebagai pusat pembinaan dan kegiatan kaum muda. Masjid Remaja, demikian nama yang tersemat, bukan sekadar bangunan tempat ibadah, melainkan sebuah episentrum gerakan dakwah yang lahir dari semangat para pemuda dan terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman untuk merangkul generasi milenial.

Berawal dari Semangat Mengaji dari Rumah ke Rumah

Awal berdirinya Masjid Remaja Surabaya merupakan cerminan dari kegigihan dakwah anak-anak muda di wilayah Kalilom. Pada sekitar tahun 1980-an, gerakan ini diawali oleh sekelompok remaja yang rutin berkumpul untuk mengaji, berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Semangat yang membara ini kemudian disambut baik oleh seorang tokoh masyarakat bernama Bapak Abdul Karim, yang menyediakan sebuah Musholla di Kalilom Lor Gg 1 No. 52 sebagai tempat bagi mereka untuk berkumpul dan mengembangkan dakwah.

Seiring berjalannya waktu, dakwah yang berpusat pada remaja ini semakin berkembang pesat, menarik lebih banyak jamaah untuk bergabung. Musholla yang ada pun tak lagi mampu menampung jumlah jamaah yang terus bertambah. Kondisi ini mendorong para penggerak untuk mencari solusi, yang akhirnya terwujud dengan pembelian lahan dan pembangunan masjid di lokasinya yang sekarang, di Jalan Kalilom Lor 3 No. 41. Hingga kini, masjid ini tetap mempertahankan semangat awalnya, yaitu mengedepankan peran remaja dalam setiap gerak langkahnya.

Program Unggulan dan Layanan untuk Umat

Sebagai pusat kegiatan, Masjid Remaja memiliki serangkaian program unggulan yang dirancang untuk melayani jamaah dan masyarakat luas. Kegiatan rutin yang menjadi ciri khasnya antara lain Kajian Ahad Pagi dan Petang, program Sedekah Subuh, serta buka puasa bersama setiap hari Senin dan Kamis. Selain itu, terdapat pula kajian khusus muslimah yang diadakan sebulan sekali pada pekan pertama.

Untuk mempererat tali silaturahmi, masjid ini juga menginisiasi program “Ngopi Bareng” yang merupakan sinergi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). Kepedulian sosial diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial yang diadakan setiap bulan pada pekan kelima, serta program kunjungan kepada jamaah yang sedang sakit atau tertimpa musibah.

Figur Kunci di Balik Kemakmuran Masjid

Di balik geliat aktivitas masjid, terdapat sejumlah tokoh kunci yang menjadi motor penggerak. Bapak Maryono, selaku takmir, dikenal sebagai sosok yang baik, tegas, dan terstruktur dalam mengelola kegiatan masjid. Ia mampu membina generasi muda dengan pendekatan yang ramah namun tetap disiplin, menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang terarah. Di sektor keuangan, ada Bapak Matnan yang menjabat sebagai bendahara. Dengan ketelitiannya, ia mengelola anggaran secara transparan untuk mendukung semua program kerja, dan laporannya selalu diumumkan setiap bulan.

Kepemimpinan visioner juga ditunjukkan oleh Bapak Anjik, Ketua Departemen Kesejahteraan Masyarakat. Ia adalah sosok kreatif di balik berbagai program sosial, mulai dari pembagian sembako rutin hingga layanan kesehatan gratis. Di lini pemberdayaan perempuan, Umik Eni memegang peranan penting sebagai ketua departemen terkait. Beliau aktif merancang kajian muslimah dan menggerakkan para ibu untuk mendukung program masjid, terutama dalam penyediaan konsumsi, yang memperkuat rasa kebersamaan.

Garda terdepan dalam pembinaan akidah dipegang oleh Ustadz Hakam, yang merangkap jabatan sebagai Ketua TPQ dan Ketua Departemen Dakwah. Beliau sangat selektif dalam menjaga kualitas kurikulum TPQ dan materi dakwah yang disampaikan kepada jamaah, memastikan semuanya sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Tak ketinggalan, peran penting Pak Dur dan Bu Roh sebagai marbot yang senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian masjid, serta mempersiapkan segala keperluan teknis sebelum kegiatan dimulai, memastikan kenyamanan bagi seluruh jamaah.

Sentuhan Inovasi di Era Digital

Menjawab tantangan zaman, Masjid Remaja tidak ragu mengadopsi teknologi dan inovasi modern dalam manajemen dan syiar dakwahnya. Masjid ini aktif memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dan YouTube untuk mempublikasikan dan mendokumentasikan seluruh kegiatannya, membangun citra positif di dunia maya. Informasi jadwal kajian pun disebarkan melalui WhatsApp dalam bentuk poster digital dengan desain yang menarik dan komunikatif.

Untuk menjangkau jamaah yang lebih luas, setiap kajian disiarkan secara langsung melalui YouTube dan Instagram Live. Inovasi ini memungkinkan siapa pun untuk mengikuti pengajian secara real-time atau menonton siaran ulangnya di kemudian hari.

(Fasilitas Live Steraming Kajian di Masjid Remaja Surabaya)

Fasilitas Penunjang Kenyamanan Beribadah

Kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama pengurus. Masjid dilengkapi dengan karpet tebal, pendingin ruangan (AC), dan kipas angin. Fasilitas modern seperti monitor TV dan proyektor juga tersedia untuk menunjang kegiatan kajian. Sebagai bentuk perhatian khusus, masjid menyediakan kacamata baca yang bisa dipinjam oleh jemaah lansia untuk memudahkan mereka membaca Al-Qur’an. Tak hanya itu, fasilitas Wi-Fi gratis juga disediakan untuk menunjang kebutuhan publikasi dan akses internet bagi jemaah. Program makan gratis saat buka puasa Senin-Kamis dan pada Ahad Subuh menjadi pelengkap layanan, yang dikelola secara gotong royong oleh takmir dan para donatur.

(Suasana Kajian Rutin di Masjid Remaja Surabaya)

Visi dan Peran di Tengah Masyarakat

Dengan segala program dan inovasinya, Masjid Remaja mengusung visi yang jelas: menjadi pusat dakwah dan kegiatan masyarakat untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Visi ini diturunkan ke dalam tiga misi utama, yaitu memakmurkan kegiatan ibadah dan dakwah, menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, serta memberikan manfaat seluas-luasnya bagi jamaah dan lingkungan sekitar. Pengurus masjid senantiasa membuka pintu bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dan mendukung terwujudnya visi besar ini.

Secara keseluruhan, Masjid Remaja Surabaya menjadi bukti nyata bagaimana sebuah inisiatif yang lahir dari semangat kaum muda dapat bertransformasi menjadi pusat dakwah dan kegiatan masyarakat yang dinamis. Berawal dari kelompok pengajian yang berpindah-pindah, masjid ini kini berdiri kokoh dengan fondasi manajemen yang solid, ditopang oleh figur-figur pengurus yang berdedikasi tinggi di bidangnya masing-masing. Kombinasi antara program-program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan ibadah dan sosial jamaah, serta kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar, menjadikan Masjid Remaja lebih dari sekadar tempat sujud, melainkan rumah bagi umat.

Dengan demikian, Masjid Remaja Surabaya membuktikan dirinya sebagai sebuah institusi dakwah yang dinamis dan relevan. Lahir dari semangat kolektif para pemuda di Kalilom, masjid ini konsisten memegang teguh identitasnya sebagai ruang bertumbuh bagi generasi muda, selaras dengan cikal bakal berdirinya. Keberhasilan dalam memakmurkan masjid tidak lepas dari sinergi para tokoh penggerak yang memiliki peran spesifik dan terstruktur, mulai dari kepemimpinan takmir, pengelolaan keuangan yang transparan, hingga program kesejahteraan masyarakat yang inovatif.

Perpaduan antara program keagamaan yang mengakar dan sentuhan inovasi modern menjadi kunci keberhasilan masjid ini dalam melayani umat di era digital. Pemanfaatan media sosial untuk publikasi, siaran langsung kajian, serta penyediaan fasilitas yang nyaman seperti pendingin ruangan dan Wi-Fi menunjukkan kemampuan adaptasi pengurus terhadap kebutuhan zaman. Visi yang jelas untuk menjadi pusat dakwah dan kegiatan masyarakat yang membawa manfaat dunia dan akhirat menjadi kompas bagi setiap langkah pengembangan masjid ini ke depan. (Tim Redaksi)

E-Buletin