Dorong Ekonomi Umat, Gubernur Khofifah Tantang DMI Kembangkan Dakwah Bil Mal

IMG-20251205-WA0077

Bagikan postingan :

KabarMasjid.id, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan “Masjid Award 2026” kepada 31 masjid dan musala terbaik se-Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan sesuai Surat Keputusan (SK) Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim No.16/SK/PW-DMI/JTM/XII/2025.​

Didampingi Ketua PW DMI Jatim, DR KHM Sudjak MAg, Gubernur Khofifah menganugerahkan penghargaan ini kepada 31 penerima dalam enam kategori: Masjid Agung, Masjid Besar, Masjid Jamik, Masjid Perkantoran/Rest Area, Masjid Kampung/Perumahan, dan Musholla.​

Dalam acara yang berlangsung di Islamic Center Surabaya, Jumat, dan turut dihadiri Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Wisata Religi PP DMI, DR KH Anang Rikza Masyhadi, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya pengembangan dakwah.​“Ke depan, dakwah bil lisan yang selama ini dikembangkan masjid perlu diimbangi dengan dakwah bil mal,” ujar Gubernur.​

Sebagai contoh, Gubernur menyebutkan inisiatif unik seperti masjid di Bojonegoro yang memanfaatkan pelepah pisang (gedebok) untuk pakan jangkrik, dan masjid di Blitar dengan desain ala Masjid Nabawi yang bahkan menyediakan karpet dan parfum Nabawi.​

Tantangan Dakwah Bil Mal dari Gubernur​

Gubernur Khofifah melontarkan lima tantangan besar “Dakwah bil Mal” kepada DMI se-Jatim, berfokus pada potensi ekonomi yang bisa dikembangkan oleh masjid, yaitu:​

1. Sapi Perah: Kesempatan mengelola dana Rp2,4 Triliun dari Kementerian Pertanian untuk sapi perah, mengingat impor susu masih mencapai 78%.

2. ​Indukan Ayam Petelur: Berpusat di Malang.​

3. Budi Daya Tebu: Pembukaan 70 hektar lahan untuk produksi gula.

4. ​Ikan Lele: Komoditas yang diminati pasar luar negeri.​Kontrak dengan Saudi Arabia: Pengadaan bahan baku makanan untuk jamaah haji.​

Tawaran ini disambut baik oleh DR KH Anang Rikza Masyhadi, yang menyatakan, “Tantangan kita ke depan itu bagaimana masjid itu bisa menarik, menjadi destinasi lengkap, baik jasmani tapi juga rohani.”​

Acara penganugerahan ini juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Kanwil BPN Jatim (terkait wakaf masjid), ITS, dan Unisda Lamongan, serta diakhiri dengan Tahlil/Doa Bersama untuk Korban Musibah Banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Dalam kesempatan ini, Gubernur juga menyerahkan Tunjangan Kehormatan Imam Masjid (TKIM).

E-Buletin