DMI Surabaya Gelar Rapat Koordinasi, Fokus pada Digitalisasi Aset dan Kolaborasi Strategis

Jajaran Pengurus PD DMI Kota Surabaya Masa Khidmat 2026-2031 di Ruang Takmir Masjid Nuruzzaman Unair
Jajaran Pengurus PD DMI Kota Surabaya Masa Khidmat 2026-2031 di Ruang Takmir Masjid Nuruzzaman Unair

Bagikan postingan :

Kabarmasjid.id, Surabaya – Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi strategis di Ruang Rapat Takmir Masjid Nuruzzaman, Kampus B UNAIR, Rabu 6 Mei 2026. Pertemuan ini bertujuan mematangkan rincian program kerja setiap departemen untuk masa bakti 2026-2031 guna memastikan kemakmuran masjid dan kesejahteraan umat di seluruh Surabaya.

Agenda ini merupakan langkah operasional dan strategis untuk menyelaraskan visi besar organisasi yang sebelumnya telah dirumuskan dalam Musyawarah Daerah Bulan Januari lalu dan dimatangkan melalui rapat terbatas Badan Pengurus Harian. Pada kegiatan ini seluruh jajaran pengurus fokus pada upaya transformasi masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan ekonomi.

Wakil Ketua II PD DMI Surabaya, Gus Miftah, dalam sambutan pembukanya menekankan pentingnya profesionalitas dalam mengelola rumah Allah. “Program kerja yang kita bahas hari ini harus mampu menerjemahkan nilai Al-Qur’an ke dalam aksi nyata yang dirasakan langsung oleh jamaah. Kita ingin masjid di Surabaya menjadi pusat kesejahteraan yang dikelola secara modern dan transparan,” ujarnya di awal kegiatan.

Sesi pertama rapat menelaah program kerja dari delapan departemen, dengan prioritas pada konsolidasi organisasi dari tingkat kota hingga ranting di seluruh kecamatan. DMI juga menargetkan penguatan aspek legalitas organisasi melalui koordinasi intensif dengan Kantor Urusan Agama (KUA) dan Masjid Besar setempat.

Kolaborasi lintas sektor menjadi poin krusial dalam rapat ini, di mana Departemen Kominfo diposisikan sebagai jembatan informasi antar-departemen. Semangat sinergi ini diterapkan agar setiap program, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga aksi sosial, dapat terpublikasi secara masif dan terintegrasi kepada masyarakat luas.

(Suasana rapat dan penyampaian program sesi 1)

Transformasi digital digaungkan melalui pengoptimalan platform Kabarmasjid.id sebagai sarana publikasi yang edukatif dan inspiratif. Media ini akan menjadi wajah digital DMI Surabaya dalam menyampaikan berbagai program kerja dan dakwah secara transparan melalui media sosial dan situs resmi.

Dalam upaya mengamankan aset umat, DMI meluncurkan digitalisasi sertifikat wakaf melalui program Sistem Informasi Masjid (SIMAS). Langkah ini merupakan hasil kolaborasi Departemen Kominfo dengan Departemen Hukum dan Wakaf untuk menciptakan database digital yang akurat dan memudahkan perlindungan aset masjid di masa depan.

Sektor dakwah turut diperkuat melalui pembentukan Hub Digital Dakwah yang menyediakan konten dakwah wasathiyah di kanal YouTube dan Spotify. Selain itu, pengelolaan database khatib bersertifikasi dilakukan untuk menjaga standar kualitas khutbah di seluruh masjid Surabaya agar tetap menyejukkan dan mencerahkan.

Pemberdayaan ekonomi umat ditekankan melalui pengembangan ekonomi syariah berbasis masjid dan pembentukan LAZISMA di masjid-masjid potensial. DMI juga memperkenalkan etalase digital UMKM jamaah untuk mendukung kemandirian finansial melalui jaringan masjid yang terintegrasi secara digital.

Pada sesi kedua, pembahasan bergeser pada isu sosial, kesehatan lingkungan, dan pemberdayaan keluarga. Program prioritas meliputi pendirian poliklinik masjid, aksi tanggap bencana, serta pembentukan Badan Koordinasi Majlis Taklim Masjid (BKMM) untuk memperkuat peran muslimat di setiap kecamatan.

(Suasana rapat dan penyampaian program sesi 2)

Generasi muda mendapat perhatian khusus melalui penguatan Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) dengan kampanye kreatif. DMI berkomitmen mencetak kader digital di tingkat ranting agar remaja masjid dapat berperan aktif sebagai content creator yang membawa nilai-nilai positif.

Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Ketua I PD DMI Surabaya, Nurhasan, memberikan instruksi tegas mengenai implementasi program. “Seluruh rancangan, termasuk percepatan digitalisasi wakaf dan penguatan kolaborasi antar-departemen, harus segera dieksekusi. Saya minta seluruh departemen disiplin dalam menjaga timeline kerja agar manfaatnya segera dirasakan oleh jamaah dan takmir masjid,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini menghasilkan peta jalan yang jelas bagi PD DMI Kota Surabaya untuk lima tahun ke depan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi digital, organisasi optimis dapat mewujudkan manajemen masjid yang kredibel, mandiri, dan berdampak luas bagi kemaslahatan masyarakat Surabaya.

E-Buletin