Aksi Layanan Sehat di Ponpes Yanabi’ul Ulum: Kenali Kondisinya, Jaga Polanya, Cegah Risikonya

IMG_20260925_143433

Bagikan postingan :

Kabarmasjid.id, Surabaya -;Kolaborasi lintas lembaga keagamaan dan kemanusiaan kembali menghadirkan Aksi Layanan Sehat (ALS) sebagai langkah nyata mendorong kebiasaan deteksi dini penyakit di tengah masyarakat. Kegiatan pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya ini dilangsungkan di Musholla Ittihadul Muttaqin, komplek Pondok Pesantren Yanabi’ul Ulum Walhikam, Jalan Jagir Sidoresmo II No. 39, Surabaya, pada Jumat 25 September 2026.

Gelaran sosial ini lahir dari kemitraan strategis antara PDUF MUI Jawa Timur, Dompet Dhuafa, Seribu Senyum, PD DMI Kota Surabaya, dan Pondok Pesantren Yanabi’ul Ulum Walhikam. Dimulai pukul 14.00 WIB, agenda tersebut langsung diserbu oleh warga setempat yang ingin memastikan kondisi kebugaran tubuh mereka.

Layanan medis yang disiapkan berfokus pada deteksi potensi penyakit tidak menular. Masyarakat mendapatkan sarana tes tekanan darah, cek kadar gula darah, asam urat, hingga kolesterol, lengkap dengan pembagian obat-obatan serta suplemen vitamin secara cuma-cuma seusai arahan tim medis.

Proses pendaftaran yang dibuka langsung di tempat sejak awal acara memicu antrean warga yang rapi dan tertib. Demi menjaga kualitas pemeriksaan dan kecukupan ruang konsultasi medis, pihak penyelenggara mengalokasikan kuota khusus untuk 100 orang peserta.

Sebagai bentuk kesinambungan aksi sosial di masa mendatang, panitia turut menyediakan kotak infaq sukarela. Seluruh sumbangan warga yang terhimpun nantinya dialokasikan kembali sebagai modal operasional kegiatan pengobatan gratis di titik-titik selanjutnya.

Antusiasme warga dan santri mengikuti Aksi Layanan Sehat (Foto: Istimewa)

M. Hafiar Baidlowi dari Divisi Fundraising menggarisbawahi pentingnya meluruskan persepsi publik yang kerap memandang skrining medis hanya diperlukan sewaktu badan sudah terlanjur sakit. Padahal, pemeriksaan berkala merupakan investasi berharga untuk mempertahankan kualitas hidup.

“Hari ini kita diingatkan kembali bahwa sehat itu adalah rezeki paling mahal. Kita sering lupa cek kesehatan karena merasa sehat. Padahal cek kesehatan itu bukan untuk orang sakit, tapi untuk memastikan kita tetap sehat. Itulah mengapa cek kesehatan rutin itu sangat penting, bukan karena kita sakit, tapi justru agar kita tidak sampai sakit,” jelas Hafiar.

Hafiar mengutarakan bahwa proteksi kesehatan sejatinya sederhana apabila setiap individu konsisten menerapkan tiga pilar utama dalam pola hidup keseharian mereka.

“Menjaga kesehatan bukan hal mahal. Cukup dengan tiga langkah sederhana: kenali kondisinya, jaga polanya, cegah risikonya. Kenali dengan cek kesehatan, jaga dengan pola makan dan istirahat yang baik, dan cegah dengan gaya hidup sehat,” urainya.

Lebih mendalam, Hafiar merinci bahwa inisiatif ALS secara konsisten telah menyentuh berbagai lapisan warga dan memberikan kontribusi nyata dalam memetakan masalah kesehatan di lapangan.

“Hingga hari ini, program ALS telah menjangkau kurang lebih 1.360 jiwa penerima manfaat, dengan mayoritas peserta adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk menjaga kesehatan semakin penting, terutama melalui pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang cukup, istirahat yang baik, serta gaya hidup yang lebih seimbang,” paparnya.

Ia pun mengutarakan rasa terima kasih mendalam kepada para tenaga medis, sukarelawan, serta para donatur yang konsisten menyokong jalannya program kemanusiaan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, tenaga kesehatan, relawan, dan para donatur yang terus mendukung. Semoga ikhtiar ini menjadi amal kebaikan dan terus memberikan manfaat yang lebih luas,” tutur Hafiar.

Dari pihak tuan rumah, kedatangan tim medis beserta mitra kolaborasi disambut hangat. Perwakilan Pengasuh Ponpes Yanabi’ul Ulum Walhikam, Nasirul Chaq, mengutarakan apresiasi tinggi atas kepercayaan menjadikan area pesantrennya sebagai lokasi bakti sosial.

“Saya mewakili Pengasuh dan keluarga besar Pondok Pesantren Yanabi’ul Ulum Walhikam mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra kolaborasi. Sungguh sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi pesantren kami dapat dipercaya menjadi tuan rumah bagi kegiatan yang sangat mulia ini,” ucap Nasirul Chaq.

Nasirul Chaq turut menggarisbawahi bahwa tubuh yang fit adalah fondasi penting dalam mendukung keaktifan pembelajaran di lingkungan pesantren, khususnya bagi para santri yang dihadapkan pada padatnya jadwal pengajian dan pendidikan umum.

“Sehat adalah salah satu rezeki dan nikmat terbesar yang sering kali baru kita syukuri saat nikmat itu dicabut. Menjaga kesehatan ini sangat krusial, terutama bagi para santri yang memiliki jadwal dan rutinitas belajar sangat padat dalam rangka menuntut ilmu ukhrawi maupun duniawi. Tanpa fisik yang prima, ikhtiar menimba ilmu tentu tidak akan berjalan optimal. Semoga Aksi Layanan Sehat ini membawa keberkahan dan manfaat nyata bagi santri serta warga di sekitar Jagir Sidoresmo,” pungkas Nasirul Chaq.

E-Buletin