Sinergi PDUF MUI Jatim, DMI, dan Dompet Dhuafa Targetkan Layanan Kesehatan Gratis di 100 Titik Surabaya

PDUF MUI Jatim, DMI Gubeng & Dompet Dhuafa gelar layanan kesehatan gratis di Masjid Istiqomah Gubeng
PDUF MUI Jatim, DMI Gubeng & Dompet Dhuafa gelar layanan kesehatan gratis di Masjid Istiqomah Gubeng

Bagikan postingan :

Kabarmasjid.id, Surabaya – Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur mengoptimalkan pengelolaan dana filantropi Islam melalui langkah strategis yang berfokus pada kesehatan masyarakat. PDUF MUI Jatim merancang program Bakti Sosial Penyuluhan, Pemeriksaan Kesehatan, dan Pengobatan Gratis yang ditargetkan menjangkau 100 titik di Kota Surabaya.

Untuk merealisasikannya, PDUF MUI Jatim dan PD DMI Kota Surabaya berkolaborasi dengan Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa serta PC DMI Kecamatan Gubeng. Program ini resmi dimulai di Masjid Istiqomah, Pucangan, Surabaya, pada Senin malam 3 Agustus 2026 mengusung tema “Sehat Bersama, Peduli Sesama: Membangun Masyarakat yang Sehat dan Berdaya”.

Sekitar 100 peserta dari kalangan jamaah masjid serta warga Kertajaya dan sekitarnya mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis. Layanan yang disediakan meliputi: Pemeriksaan Fisik, Pengecekan Tensi Darah, Tes Laboratorium Sederhana (kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol)

Perwakilan PDUF MUI Jatim, KH Miftah Jauhari, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan wujud nyata penyerapan dana filantropi agar berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat bawah.

​”Pemimpin lembaga keumatan itu dipercaya untuk bisa mewujudkan mimpi dan harapan masyarakat yang dipimpinnya. Salah satu kebutuhan paling mendasar jamaah kita hari ini adalah kesehatan. Melalui PDUF MUI Jatim dan kerja sama dengan DMI, kita ingin merealisasikan harta filantropi itu menjadi manfaat nyata di 100 titik,” tuturnya.

Kiai Miftah menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari keprihatinan atas banyaknya jamaah yang terpaksa absen beribadah akibat gangguan kesehatan yang tidak terdeteksi sejak awal, seperti diabetes, kolesterol, dan asam urat tinggi.

“Di negara-negara maju, cek kesehatan itu dilakukan secara rutin. Di tempat kita, orang sering kali baru sadar setelah sakitnya parah. Karena itulah PDUF MUI Jatim hadir menggandeng Dompet Dhuafa untuk memfasilitasi masyarakat agar bisa mengetahui kondisi tubuhnya sebelum terlambat,” jelas Kiai Miftah.

Guna memastikan efektivitas program di 100 jaringan masjid, PDUF MUI Jatim menerapkan standar pemantauan berkala (pre-test dan post-test) yang dilengkapi edukasi gaya hidup sehat.

“Kegagalan program kesehatan selama ini sering terjadi karena kita hanya mengumpulkan data tanpa tindak lanjut. Kami ingin pemeriksaan hari ini menjadi tahap awal (pre-test). Para tenaga medis akan memberikan rekomendasi hidup sehat, dan dalam satu bulan ke depan kita harapkan ada evaluasi lanjutan (post-test) untuk memastikan angka-angka indikator kesehatan warga mengalami penurunan,” tegas Kiai Miftah.

Langkah PDUF MUI Jatim ini disambut hangat oleh Ketua PC DMI Kecamatan Gubeng, KH. Asep Setiallah. Ia mengapresiasi pemanfaatan masjid sebagai pusat layanan kesehatan yang sejalan dengan misi memakmurkan masjid.

“Masjid itu adalah tempat melayani segala kebutuhan umat, bukan hanya sekadar untuk ibadah ritualis belaka. Masjid harus menjadi tempat silaturahmi, pusat pembahasan ekonomi, hingga pusat perhatian kesehatan masyarakat. Masjid harus menjadi Baiturrahman yakni tempat memancarkan rahmat bagi seluruh alam,” sambut Kiai Asep.

Kegiatan diakhiri dengan sesi konsultasi medis dan pembagian obat-obatan gratis. Melalui sinergi antara ulama, lembaga filantropi, dan pengurus masjid ini, Masjid Istiqomah diharapkan menjadi percontohan masjid yang mandiri dan bermanfaat. Kolaborasi lintas lembaga ini pun optimistis mampu memperkuat ketahanan kesehatan berbasis komunitas jamaah secara merata dan berkelanjutan di Kota Surabaya.

E-Buletin