Tingkatkan Kesiapsiagaan Pertolongan Pertama, PW DMI Jatim Latih Takmir Masjid Surabaya Raya Basic Life Support

IMG_20260725_101656

Bagikan postingan :

Kabarmasjid.id, Surabaya – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan jemaah dan kesiapsiagaan tanggap darurat di lingkungan tempat ibadah, Departemen Kesehatan dan Halal Lifestyle Yayasan Demasindo Jawa Timur menggelar pelatihan Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan antusias di Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur.

Acara yang berlangsung sejak pagi hari ini dihadiri oleh puluhan peserta yang merupakan jajaran takmir dan pengurus masjid dari tiga wilayah strategis, yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Kehadiran para pengurus masjid ini menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat fungsi masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan dan perlindungan kesehatan umat.

Pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan masjid yang sehat dan aman menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan acara ini. Kegiatan ini pun mendapatkan dukungan penuh dari instansi kesehatan daerah, yakni Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, serta RSUD dr. Soetomo.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Yayasan Demasindo, Drs. H. Suhadi, M.A., menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut dalam sambutannya. “Perlu adanya kolaborasi yang berkelanjutan antara pengurus masjid, baik dari DMI maupun Yayasan Demasindo, dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Surabaya maupun Provinsi Jawa Timur. Sinergi ini sangat krusial untuk menunjang kualitas kesehatan, kebersihan, serta kehalalan di lingkungan tempat ibadah demi pelayanan jemaah yang optimal,” terangnya

Selain aspek kolaborasi kelembagaan, perhatian terhadap kesehatan fisik jemaah juga menjadi sorotan penting. Kondisi fisik yang prima dinilai sangat menentukan kekhusyukan dan kenyamanan seorang muslim dalam menjalankan rangkaian ibadah sehari-hari.

Ketua PW DMI Provinsi Jawa Timur, Dr. H. M. Sudjak, M.Ag., menyampaikan pandangannya mengenai kaitan erat antara kesehatan dan pelaksanaan ibadah. “Salah satu fungsi penting masjid yang perlu terus kita perhatikan adalah pemberdayaan kesehatan umat. Kesehatan ini sangat memengaruhi kualitas ibadah, karena orang yang tidak sehat tentu ibadahnya akan terganggu,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Islam memang memberikan kemudahan dalam beribadah saat seseorang sedang mengalami sakit. Namun, menjaga kesehatan agar tetap bugar tetap menjadi ikhtiar yang paling dianjurkan.

“Meskipun dalam syariat Islam terdapat rukhshah atau keringanan seperti jika tidak mampu salat berdiri bisa duduk, jika tidak bisa duduk bisa berbaring, dengan isyarat, hingga akhirnya disalatkan tentu kita semua ingin beribadah dalam kondisi yang prima. Oleh karena itu, pelatihan ini dihadirkan agar para pengurus masjid memiliki keterampilan dasar penanganan medis darurat jika ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan mendadak,” tambah Kiai Sudjak.

Sesi materi pelatihan diisi oleh para ahli yang berkompeten di bidangnya. dr. Achmad Khoirudin Alif, M.Kes. memaparkan landasan teori mengenai Basic Life Support (BLS), memberikan pemahaman komprehensif terkait deteksi dini kegawatdaruratan medis dan langkah-langkah sistematis penyelamatan jiwa.

Usai pemaparan teori, para peserta diajak langsung melakukan simulasi pertolongan pertama dalam sesi praktik yang dipandu oleh Tirta Muhammad Rizki, S.Kep., Ns. Dalam sesi praktik Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) ini, peserta dilatih secara intensif agar sigap dan tidak panik ketika menghadapi situasi kritis di area masjid, seperti jemaah pingsan saat berolahraga atau jatuh mendadak.

Melalui penyelenggaraan program ini, Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Jawa Timur dan Yayasan Demasindo berharap keterampilan yang diperoleh para peserta dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di masjid masing-masing. Langkah nyata ini diharapkan memicu masjid-masjid lain di Jawa Timur untuk membentuk unit siaga kesehatan mandiri, sehingga lingkungan tempat ibadah semakin ramah, aman, dan sigap melayani jemaah.

E-Buletin