12 Pilar Sukses Sejati: Memahami Konsep Al-Iqdam dalam Kitab Idhotun Nasyi’in

KH Ahmad Mujab Mutohar (Gus Mujab)
KH Ahmad Mujab Mutohar (Gus Mujab)

Bagikan postingan :

KabarMasjid.id, Surabaya – Dewasa ini, tantangan bagi generasi muda semakin kompleks. Nasihat-nasihat yang mencerahkan jiwa dan memandu arah hidup menjadi kebutuhan esensial. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam kajian Kitab Idhotun Nasyi’in (Nasihat bagi Generasi Muda) yang disampaikan oleh KH Ahmad Mujab Mutohar (Gus Mujab) pada Sabtu malam, 8 November 2025, bertempat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Kajian ini mengupas tuntas pentingnya memiliki visi maju atau yang dikenal dengan konsep Al-Iqdam.

Kitab fenomenal ini merupakan karya dari As Syekh Mustofa bin Muhammad bin Salim al-Gholayani, seorang ulama kelahiran Beirut, Lebanon. Kitab ini ditulis pada masa-masa perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa Islam, menjadikannya relevan sebagai panduan untuk membangkitkan spirit dan kemandirian umat.

Secara garis besar, Kitab Idhotun Nasyi’in memuat 43 nasihat yang berisi mutiara-mutiara luar biasa, mencakup aspek keberanian (asy-syaja’ah), pembaharuan (at-tajaddud), kesabaran (as-shobr), hingga bagaimana berkhidmah kepada masyarakat dan pemerintahan. Tulisan ini awalnya diterbitkan di koran harian dengan nama pena Abi Fayyad, sebelum akhirnya dibukukan atas permintaan pembaca.

Dalam pertemuan perdananya, Gus Mujab menekankan pembahasan pada tema pertama kitab, yaitu Al-Iqdam, yang bermakna berpikir maju atau berkemajuan. Ini adalah pondasi utama bagi siapa pun yang ingin sukses, baik dalam konteks rumah tangga, pekerjaan, maupun kepemimpinan.

Allah SWT menciptakan manusia bukan hanya untuk sekadar hidup, melainkan untuk beraktivitas dan mencari karunia di muka bumi, yang tujuannya adalah kebermanfaatan. Setiap langkah harus memberi impact, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan masyarakat luas.

Pencapaian cita-cita yang tinggi mustahil diraih tanpa memiliki dua konsep utama. Pertama, adalah pandangan ke depan atau visi (Al-Iqdam). Kedua, adalah kesungguhan untuk melaksanakannya (Badzlul Juhd). Jika seseorang hanya punya visi tanpa aksi, maka ia hanya akan menjadi “ngomong doang” atau omong kosong belaka.

Gus Mujab kemudian menyarikan kunci sukses seorang pemimpin, suami, atau direktur—bahkan dalam konteks apa pun—menjadi tiga pilar mendasar: Al-Iqdam (Visi), Al-Juhd (Kesungguhan), dan Al-Himmah (Motivasi yang tinggi). Ketiga hal ini harus dimiliki secara utuh untuk mengaktualisasikan setiap mimpi.

Umat Islam, khususnya generasi muda, diingatkan agar tidak menjadi seperti debu yang berterbangan tanpa arah atau kain lusuh yang tidak memiliki nilai. Keengganan untuk bersungguh-sungguh dan tidak memiliki visi jelas akan membuat seseorang ketinggalan kereta dari peradaban yang maju.

Jadikan hidup bukan hanya sebatas “kerja pagi, sore pulang,” melainkan sebagai sarana untuk memberi impact yang lebih besar. Motivasi harus ditingkatkan, bahkan jika orang tua sudah berkecukupan, cita-cita harus lebih tinggi agar manfaat yang diberikan meluas, mencakup dakwah dan pengembangan Islam, mengingat Islam pernah jaya di masa lalu.

Gus Mujab juga mengutip Hadis Nabi SAW, “Innallaha yuhibbu idza amila ahadukum amalan ayutqinahu,” yang berarti Allah sangat mencintai hamba-Nya yang melakukan pekerjaan dengan excellent, totalitas, dan sempurna. Ini menunjukkan bahwa kesungguhan dalam bertindak adalah wujud kecintaan kepada Allah.

Dalam sesi tanya jawab, beliau memberikan arahan praktis bagi orang tua. Visi hidup dapat ditanamkan pada anak sejak usia kecil melalui pola asuh, perilaku, dan kebiasaan positif orang tua (seperti mengajak ke majelis ilmu atau masjid). Sementara itu, untuk memotivasi lingkungan atau masyarakat, caranya adalah dengan memulai dari diri sendiri dan menjadi contoh teladan.

Oleh karena itu, marilah kita genggam teguh tiga pilar sukses: Visi (Al-Iqdam), Kesungguhan (Al-Juhd), dan Motivasi (Al-Himmah). Sebab, mustahil meraih kesuksesan sejati di dunia dan akhirat tanpa memiliki panduan ke depan dan totalitas dalam berjuang.

Sumber: Kajian H. Ahmad Mujab Muthohar Bersama H. Ahmad Mujab Muthohar di Channel Youtube Masjid Al Akbar TV

E-Buletin