KabarMasjid.id – Masjid Qoyumuddin, sebuah mercusuar spiritual dan sosial yang berdiri kokoh di jantung lingkungan Tambak Pring Barat, Asemrowo, Surabaya. Lebih dari sekadar tempat salat, masjid dua lantai ini adalah manifestasi hidup dari maknanya, “Yang Menjaga dan Menghidupkan Ajaran Agama Islam”. Ia telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan yang aktif dan inklusif, melayani segala aspek kehidupan umat, mulai dari ibadah harian, pendidikan agama melalui TPQ, hingga pemberdayaan masyarakat dan kegiatan sosial. Kehadirannya menjadi pilar tunggal peribadatan di lingkungannya, merangkul jamaah dari segala usia dan latar belakang, termasuk anak-anak, perempuan, hingga difabel dan lansia.
Sebagai rumah bersama umat Islam di Tambak Pring Barat , Masjid Qoyumuddin tidak hanya mempertahankan tradisi keagamaan, tetapi juga menerapkan sentuhan modern dalam tata kelola dan fasilitasnya. Dengan visi menjadi pusat peribadatan, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang profesional dan transparan , masjid ini secara masif dan rutin mendorong partisipasi masyarakat untuk memakmurkannya. Sebelum kita menelusuri lebih jauh program unggulan dan inovasi yang telah diterapkan, mari kita simak terlebih dahulu bagaimana sejarah berdirinya masjid ini dimulai.
Sejarah Singkat dan Makna Nama
Masjid Qoyumuddin, yang kini berdiri kokoh sebagai pusat ibadah dan pendidikan di Tambak Pring Barat, Surabaya, memiliki sejarah yang berakar dari inisiatif sederhana dan semangat kegotongroyongan. Cikal bakalnya dimulai sekitar tahun 1980 dengan pembangunan sebuah musala kecil bernama Mushalla Qoyumuddin. Bangunan awal ini merupakan buah dari wakaf, didirikan di atas tanah dengan alas hak Petok D yang tercatat atas nama Mudhor, dengan perkiraan luas awal ± 150 M2.
Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di lingkungan sekitar yang semakin pesat, kebutuhan akan tempat ibadah yang lebih representatif pun meningkat tajam. Menanggapi kebutuhan ini, pada tahun 2005, Mushalla Qoyumuddin direnovasi secara besar-besaran. Perombakan ini mengubahnya menjadi bangunan masjid berlantai dua yang lebih memadai. Tak hanya bangunan yang diperluas, penambahan lahan juga dilakukan sehingga total area masjid mencapai ± 200 M2. Sejak saat itulah secara resmi namanya berubah menjadi Masjid Qoyumuddin, menjadi satu-satunya pilar tempat peribadatan umat Islam di lingkungan Tambak Pring Barat, Asemrowo, Surabaya.
Lebih dari sekadar sebuah penamaan, Masjid Qoyumuddin membawa makna filosofis yang mendalam dan menjadi etos bagi seluruh aktivitasnya. Nama “Qoyumuddin” mengandung arti mulia, yakni “Yang Menjaga dan Menghidupkan Ajaran Agama Islam”. Filosofi inilah yang menjadikan masjid ini bukan hanya sekadar tempat salat wajib, tetapi bertindak sebagai sentra pertemuan warga Tambak Pring Barat dalam berbagai urusan.
Dalam mewujudkan maknanya, Masjid Qoyumuddin mengaktifkan berbagai kegiatan peribadatan dan sosial secara terpadu. Peran sentra ini diwujudkan melalui rutinitas Sholat Jamaah, Pengajian Yasin, Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), Santunan Anak Yatim, hingga Pengajian Umum dan kegiatan silaturahmi lainnya. Dengan demikian, Masjid Qoyumuddin berdiri sebagai wujud nyata dari upaya kolektif untuk menjaga dan menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.
Program Unggulan dan Tradisi Keagamaan
Masjid Qoyumuddin memiliki serangkaian kegiatan unggulan yang menjadi ciri khas dalam melayani jamaah dan masyarakat sekitar. Salah satu yang utama adalah Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Qoyumuddin yang melayani anak usia 4 hingga 16 tahun.
Di bidang sosial dan kekeluargaan, masjid ini memfasilitasi Ijab Kabul Nikah dan Ikrar Mualaf. Rutinitas pengajian juga sangat dihidupkan, seperti Pengajian Yasin Tahlil untuk Ibu-ibu setiap hari Kamis dan untuk Bapak-bapak setiap hari Jumat. Kegiatan yasinan dan tahlilan ini dilakukan secara bergantian, baik di masjid maupun dari rumah ke rumah, berfungsi pula sebagai wadah silaturahmi.

(Pengajian Umum Masjid Qoyumuddin)
Masjid ini juga kental dengan tradisi keagamaan lokal, seperti Kupatan (kirim doa) dan Megengan (kirim doa menjelang Ramadan). Ada pula kegiatan rutin seperti yasinan kirim doa menjelang Ramadan (Fatehah Kubro) , Malam Nisfu Sya’ban dengan membaca Surat Yassin 3 kali dan doa bersama , serta Khatam Qur’an setiap Jum’at Legi.
Untuk mempererat hubungan antarwilayah, Masjid Qoyumuddin juga mengadakan ziarah Wali 5. Kegiatan santunan menjadi fokus utama, dengan Santunan Anak Yatim Piatu setiap tahun baru Islam/Muharram dan Santunan pada janda-janda setiap menjelang Idulfitri. Selain itu, masjid ini turut bergabung dengan masjid lain untuk mengadakan Khitan Massal.
Tokoh Penggerak dan Semangat Modernisasi
Pembangunan dan kemakmuran Masjid Qoyumuddin tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh kunci di baliknya. Inisiasi berdirinya Mushalla Qoyumuddin pada tahun 1980 dilakukan oleh H. Mudhor atau H. Ansyori. Perjalanan dilanjutkan oleh HM. Choirul Ma’asyik dan Bapak Puryanto dari tahun 1990 hingga 2020, yang berupaya menghidupkan tradisi Nahdlatul Ulama (NU). Mereka didukung oleh tokoh masyarakat sekitar seperti Mbah Suworo, Mbah Hasyim, Ust. Ahmad, Ust. Ach. Nawir, Ust. Sadi, Ust. Muslik, serta Remaja Masjid Qoyumuddin.

(Memperingati Maulid Nabi di Masjid Qoyumuddin)
Memasuki tahun 2020 hingga kini, Masjid Qoyumuddin mengalami transformasi signifikan. Di era digitalisasi syiar Islam, masjid ini menjelma menjadi “Masjid Ramah” untuk segala aspek, termasuk untuk anak-anak, perempuan, dan bahkan jamaah disabilitas.
Inovasi Manajemen dan Keterlibatan Digital
Dalam hal manajemen dan dakwah, Masjid Qoyumuddin telah menerapkan berbagai sentuhan modern dan inovasi. Masjid ini telah tercatat dan terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) dari Kementerian Agama. Selain itu, ia juga menjadi anggota Dewan Masjid Kota Surabaya.
Keterlibatan teknologi juga terlihat dalam pengelolaan kegiatan pendidikan. Masjid ini menggunakan SIDIA (Sistem Informasi Pendidikan Agama) untuk pelaporan kegiatan dan perkembangan Santri TPQ Qoyumuddin. Pendataan Pengurus dan Pengajar TPQ dilakukan melalui SIKAP (Sistem Informasi Ketenagaan Pesantren).

(Kegiatan Belajar Mengajar TPQ Qoyumuddin)
Masjid Qoyumuddin juga terdaftar pada SIMBA PD Pontren (Sistem Informasi Manajemen Bantuan Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren) dan EMIS PD Pontren (Education Management Information System) yang dikelola oleh Kementerian Agama. Untuk komunikasi internal, Group WA Jamaah Yasiin Tahlil digunakan sebagai wadah silaturahmi dan berbagi informasi jadwal kegiatan.

(Kegiatan Dhuhur Keliling dari KUA Asemrowo di Masjid Qoyumuddin)
Fasilitas Inklusif: Masjid Ramah Semua
Masjid Qoyumuddin dikenal dengan konsep fasilitas yang inklusif dan ramah untuk semua kalangan. Konsep Ramah Anak dan Perempuan diwujudkan dengan adanya Teras Bermain Anak , perlengkapan TPA seperti meja mengaji, iqra’, dan Al-Qur’an , Sarung/Mukena Anak , dan Ruangan ber-AC. Untuk Ramah Difabel dan Lansia, masjid menyediakan Kursi Roda Difabel , Kursi Lipat Lansia , serta Toilet khusus (duduk). Aspek Ramah Lingkungan tercermin dari keberadaan pepohonan di sekitar masjid , sanitasi air yang baik , tong sampah di beberapa titik , dan kran hemat air.
Konsep Ramah Keragaman diakomodir dengan Ruang Konsultasi Syariah , Ruang Ijab Kabul Nikah , Ruang Ikrar Mualaf , Seruan Masjid untuk Semua , Mading Info , dan Kontak untuk Early Warning. Terakhir, konsep Ramah Dhuafa dan Musafir didukung oleh ketersediaan Sarung dan Mukena Dewasa , Layanan Air Minum Gratis , Teras Tempat Istirahat Musafir , dan Pusat Layanan Kesehatan Lansia.
Visi Masjid: Pilar Pendidikan, Ibadah, dan Pemberdayaan Umat
Masjid Qoyumuddin berpusat pada upaya menjadikan masjid ini sebagai entitas yang aktif dan transformatif di tengah masyarakat. Secara spesifik, visi tersebut adalah menjadikan Masjid Qoyumuddin sebagai pusat peribadatan, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang inklusif. Ini berarti masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai lembaga pendidikan keagamaan dan pusat kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan umat. Lebih lanjut, pengurus juga memiliki visi untuk menjalankan masjid dengan tata kelola yang profesional dan transparan.

(Kajian Rutin dan Penampilan Sholawat TPQ Qoyumuddin)
Harapan ke depan dari pengurus berfokus pada peningkatan kualitas ibadah secara berkelanjutan dan pengembangan generasi muda. Penguatan silaturahmi menjadi tujuan krusial, didampingi oleh program pemberdayaan masyarakat. Melalui semua upaya ini, pengurus bercita-cita menciptakan lingkungan Masjid Qoyumuddin yang ramah, nyaman, dan modern. Konsep “Masjid Ramah” ini sudah mulai diwujudkan dengan menjadikan masjid sebagai tempat yang inklusif untuk anak-anak, perempuan, dan bahkan jamaah disabilitas, menandakan transisi menuju modernitas dalam pelayanan umat.
Masjid Qoyumuddin memandang dirinya sebagai rumah bersama umat Islam di Tambak Pring Barat. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari masyarakat adalah kunci utama kemakmuran masjid. Pengurus percaya bahwa kegiatan yang dilakukan secara masif dan rutin dapat mendorong kesadaran alam sadar manusia untuk ikut serta dalam berpartisipasi memakmurkan masjid. Partisipasi ini dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap program-program rutin, seperti Sholat Jamaah, Pengajian Yasin, TPQ, dan Santunan Anak Yatim , yang pada akhirnya akan menguatkan masjid sebagai sentra kegiatan peribadatan, pendidikan, dan pemberdayaan.
Proyeksi Masa Depan
Masjid Qoyumuddin telah membuktikan diri sebagai pusat peribadatan, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang aktif dan inklusif di Tambak Pring Barat. Berawal dari sebuah musala sederhana, kini masjid ini berdiri megah dengan manajemen modern yang terintegrasi dengan berbagai sistem informasi Kementerian Agama, serta fasilitas yang dirancang untuk ramah anak, perempuan, difabel, lansia, lingkungan, dan keragaman. Visi untuk masa depan adalah mengukuhkan peran ini dengan tata kelola yang profesional dan transparan, didukung harapan akan peningkatan kualitas ibadah yang berkelanjutan, pengembangan generasi muda, dan penciptaan lingkungan masjid yang semakin nyaman dan modern.
Sebagai “rumah bersama umat Islam di Tambak Pring Barat,” kemakmuran Masjid Qoyumuddin sangat bergantung pada partisipasi aktif dan dukungan masyarakat. Dengan berbagai kegiatan rutin dan masif, mulai dari Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) hingga santunan dhuafa, masjid ini secara berkelanjutan mendorong kesadaran kolektif warga untuk ikut serta memakmurkan dan mewujudkan harapannya. Kolaborasi antara pengurus yang inovatif dan jamaah yang bersemangat akan terus menjadikan Masjid Qoyumuddin sebagai pilar utama yang menjaga dan menghidupkan ajaran Islam di lingkungannya. (TimRedaksi)