KabarMasjid.id, Surabaya – Kajian Kitab Riyadus Solikhin kembali digelar dalam Majelis Ilmu di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada malam Rabu, 8 Oktober 2025. Dalam kesempatan ini, Ustadz H. M. Sholeh Drehem, Lc., M.Ag membedah secara mendalam bab ke-74 yang bertajuk Babul Hilmi Wal Anati War Rifq. Kajian ini berfokus pada tiga pilar utama karakter Muslim: pentingnya memunculkan sifat santun, ketenangan (al-anah), dan kelemahlembutan (ar-rifq) dalam seluruh aspek kehidupan, terutama dalam berdakwah dan bermuamalah.
Di tengah hiruk pikuk dan tantangan yang kian kompleks, sifat kelemahlembutan sering kali tergerus oleh emosi dan kekakuan. Padahal, sebagaimana ditekankan Ustadz Saleh, kelembutan adalah inti dari ajaran Islam itu sendiri. Agama diturunkan bukan untuk memberatkan atau menyulitkan, melainkan untuk membawa rahmat, kasih sayang, dan menuntun manusia pada kebahagiaan sejati di dunia maupun akhirat.
Dalam konteks penyampaian agama, Rasulullah SAW telah memberikan kaidah emas. Mengutip hadis riwayat Anas bin Malik, beliau bersabda: “Yassiru wala tuassiru, wa basyiru wala tunaffiru” yang berarti: Mudahkanlah dan janganlah kalian mempersulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian membuat orang lari atau takut.
Pesan ini mengandung peringatan keras terhadap fenomena dakwah yang justru menciptakan jurang antara umat dan agama. Ustadz Saleh menegaskan bahwa seorang dai tidak boleh membuat umat takut, apalagi dengan cara mengafir-kafirkan, membidah-bidahkan, atau menakut-nakuti mereka dengan neraka secara berlebihan, sebab tugas utama adalah mengajak kepada surga Allah.
Lebih jauh, kelemahlembutan (Ar-Rifq) bukanlah sekadar pilihan etis, melainkan penentu keberuntungan spiritual seseorang. Berdasarkan hadis riwayat Jarir bin Abdillah, Nabi SAW bersabda: “Man yuhramil rifqa yuhram alkhaira kullahu”—Siapa yang diharamkan baginya sifat lemah lembut, maka ia akan diharamkan dari semua kebaikan.
Hadis ini menyiratkan bahwa pribadi yang kasar, kaku dalam cara berbicara, dan tidak santun dalam bersikap akan tertutup dari berbagai macam kebaikan dalam hidup. Seorang Muslim harus memastikan bahwa setiap kata yang keluar dari lisan adalah bahasa yang menyenangkan dan setiap perbuatan ditujukan untuk menolong, bukan menyakiti orang lain.
Sifat-sifat agung ini merupakan cerminan dari karakter Rasulullah SAW yang diabadikan dalam Surat At-Taubah ayat 128-129. Nabi digambarkan sebagai sosok yang Azizun Alaikum (merasa berat dengan penderitaan umat), Harisun Alaikum (sangat peduli), dan Bil Mukminina Raufun Rahim (penuh kasih sayang dan rahmah kepada sesama mukmin). Kesuksesan dakwah Nabi adalah buah dari kelembutan dan kepeduliannya yang maksimal terhadap umat.
Kelemahlembutan juga terwujud dalam pengendalian emosi, khususnya marah. Ketika seorang sahabat meminta wasiat ringkas yang mencakup seluruh kebaikan, Nabi SAW memberikan nasihat yang diulang tiga kali: “La tagdab, la tagdab, la tagdab”—Janganlah marah.
Nabi mengingatkan bahwa kemarahan (Al-Gadab) pada hakikatnya berasal dari bisikan setan, yang jika dituruti akan menghilangkan kemampuan berpikir cerdas dan berbicara runut, sehingga tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Meskipun demikian, kemarahan diizinkan dalam agama hanya jika terkait dengan hukum dan aturan Allah yang dipermainkan, bukan untuk urusan atau hinaan pribadi.
Mengakhiri bahasan tentang karakter mulia, Ustadz Saleh menutup dengan hadis Abdullah bin Mas’ud mengenai potret orang-orang yang kelak diharamkan disentuh api neraka. Mereka adalah orang yang memiliki sifat Qoribun (akrab dan dicintai orang lain), Hayyinun Layinun (lemah lembut dan santun), serta Sahlun (mempermudah urusan orang lain).
Oleh karena itu, mari kita jadikan bab ini sebagai bahan evaluasi diri. Kelembutan dan kesantunan harus dipraktikkan pertama-tama di lingkungan terdekat, yakni rumah tangga; kepada pasangan, anak, orang tua, dan mertua. Dengan memunculkan sifat hilm dan rifq dalam interaksi sehari-hari, kita berharap dapat meraih rahmat Allah dan menjadi calon penghuni surga yang dijauhkan dari neraka.
Sumber: Kajian Rabu Malam Kitab Riyadus Solikhin oleh Ustadz H. M. Sholeh Drehem, Lc., M.Ag di Channel Youtube Masjid Al Akbar TV