Menemukan Ketenangan di Tengah Badai Cobaan: Resep Tawakal dari KH. Isroqunnajah

KH. Dr. Isroqunnajah
KH. Dr. Isroqunnajah

Bagikan postingan :

KabarMasjid.id, Malang – Kehidupan seringkali diibaratkan laksana lautan yang tak selalu tenang. Ada kalanya ombak kesulitan dan badai musibah menerpa, menggoyahkan perahu harapan kita. Dalam menghadapi realitas ini, banyak di antara kita yang merasa gelisah dan bertanya-tanya, mengapa cobaan seolah tak pernah usai? Pertanyaan fundamental inilah yang dikupas tuntas dalam kajian rutin di Masjid Agung Jami Malang bersama KH. Dr. Isroqunnajah Pada Senin 29 September 2025.

Dalam tausiahnya, Kiai Isroqunnajah mengingatkan bahwa dunia ini pada hakikatnya adalah darul mihnah, yakni negeri tempat ujian dan tempaan, bukan darul jaza atau negeri pembalasan. Setiap individu yang diberi kesempatan untuk menghirup udara di dunia pasti akan berhadapan dengan tantangan. Namun, di balik setiap kesulitan tersebut, tersimpan hikmah dan kehendak agung dari Sang Pencipta.

“Pastikan bahwa semua itu dikehendaki Allah untuk memastikan bahwa kita menjadi orang yang terbaik,” ujar beliau. Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Alladzi khalaqal mauta wal hayata liyabluakum ayyukum ahsanu amala,” yang artinya, “Dialah yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.”

Kiai Isroqunnajah menekankan bahwa seorang mukmin memiliki kedudukan yang istimewa di mata Allah. Anugerah hidayah untuk mengimani Allah Yang Maha Esa dan mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya adalah sebuah anugerah spesial yang tidak diberikan kepada semua orang. “Artinya, siapapun kita dengan kondisi apapun kita, ketika masih mengimani Allah yang esa, maka kita adalah orang-orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” jelasnya.

Dengan pemahaman ini, setiap ujian yang datang sejatinya adalah bentuk perhatian dan kasih sayang Allah. Ia menguji untuk melihat siapa di antara hamba-Nya yang paling sabar dan paling teguh dalam komitmennya menjalankan perintah dan menjauhi larangan, terutama dalam memerangi hawa nafsu.

Mengutip Imam Al-Ghazali, Kiai Isroqunnajah membagikan sebuah tips fundamental untuk meraih keteguhan hati, yaitu dengan menanamkan keyakinan penuh bahwa Allah SWT adalah penjamin mutlak atas rezeki setiap makhluk-Nya. Hal ini telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, “Wa ma min dabbatin fil ardhi illa ‘alallahi rizquha” (Dan tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya).

Untuk mempermudah pemahaman, sebuah analogi cerdas disajikan. Bayangkan jika seorang pejabat terpercaya yang kita kenal baik berjanji akan menjamu kita makan malam. Tentu kita akan merasa tenang dan percaya pada janjinya. Kita tidak akan khawatir atau sibuk mencari makan di tempat lain karena kita yakin pada komitmennya.

Pertanyaannya kemudian, mengapa keyakinan serupa terkadang goyah ketika yang berjanji adalah Allah, Sang Penguasa alam semesta yang tak pernah ingkar janji? “Fama baluka waqad wa’adakallah wa domina laka rizq?” (Maka bagaimana sikapmu, padahal Allah telah berjanji dan menjamin rezekimu?), gugah Kiai Isroqunnajah. Padahal, janji dari sesama manusia masih mungkin berubah, namun janji Allah adalah sebuah kepastian yang tak terbantahkan.

Keraguan terhadap jaminan Allah, menurut Imam Al-Ghazali, sejatinya menunjukkan lemahnya keyakinan kita. Padahal, Allah sendiri menegaskan status-Nya sesuai dengan prasangka hamba-Nya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadis qudsi, “Ana ‘inda dzonni ‘abdi bi” (Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku).

Oleh karena itu, kunci utama untuk meraih ketenangan adalah dengan senantiasa ber-husnudzon atau berprasangka baik kepada Allah. Dengan menyerahkan segala urusan dan berpasrah diri sepenuhnya, maka Allah pulalah yang akan mencukupi segala kebutuhan dan mengabulkan apa yang kita harapkan.

Pada penutup kajiannya, KH. Dr. Isroqunnajah memimpin doa, memohon agar seluruh jamaah senantiasa dianugerahi hidayah, keberkahan dalam usia dan rezeki, serta diberikan kekuatan untuk tetap istikamah dalam kebaikan. Semoga kita semua mampu melewati setiap ujian dengan kesabaran dan diakhiri dengan husnul khatimah.

Pesan dari kajian ini begitu jelas: di tengah ketidakpastian hidup, ada satu kepastian yang tak akan pernah goyah, yaitu janji dan jaminan dari Allah SWT. Dengan memegang teguh keyakinan ini, hati akan menemukan oase ketenangannya, bahkan di tengah gurun cobaan yang paling tandus sekalipun.

Sumber : KAJIAN RUTIN SENIN BADA MAGHRIB BERSAMA KH. Dr. Isroqunnajah di Channel Youtube Masjid Agung Jami Malang

E-Buletin