Mengokohkan Iman dengan Kisah Sang Rasul: Pelajaran Berharga dari Ustadz M. Junaidi Sahal, M.Ag.

- Kajian Subuh - Ustadz M. Junaidi Sahal, M.Ag. di Channel Masjid Al Falah Surabaya
- Kajian Subuh - Ustadz M. Junaidi Sahal, M.Ag. di Channel Masjid Al Falah Surabaya

Bagikan postingan :

KabarMasjid.id, Surabaya –  Dalam sebuah kajian subuh yang inspiratif pada hari Sabtu 27 September 2025, Ustadz M. Junaidi Sahal, M.Ag., dari Masjid Al Falah Surabaya Official, memaparkan pentingnya kisah para rasul dalam mengokohkan iman dan meneguhkan jiwa. Berdasarkan motivasi dari Al-Qur’an Surat Hud ayat 120, Ustadz Junaidi menjelaskan bahwa kisah memiliki kekuatan luar biasa untuk membentuk pola pikir dan perilaku, bahkan pada skala komunitas.

Ustadz Junaidi mengawali ceramahnya dengan menyoroti bagaimana kisah, baik yang nyata maupun imajinatif, dapat memengaruhi kehidupan kita. Ia memberikan contoh dari kisah-kisah hantu populer di Indonesia yang membentuk ketakutan masyarakat, hingga kisah pahlawan fiktif seperti Iron Man yang menginspirasi anak-anak. Lebih jauh, beliau menjelaskan bagaimana narasi sejarah tentang Gerakan 30 September/PKI di masa lalu berhasil menanamkan antipati yang kuat terhadap ideologi komunis di kalangan generasi 50-an. Hal ini menunjukkan bahwa kisah, ketika disampaikan secara berulang, memiliki daya tular yang masif dan mampu membentuk pandangan dunia seseorang.

Menariknya, Ustadz Junaidi mengungkapkan bahwa sekitar dua pertiga dari isi Al-Qur’an adalah kisah. Ini bukan kebetulan, melainkan indikasi kuat bahwa Allah SWT sendiri menggunakan metode kisah sebagai sarana dakwah dan pendidikan. Nabi Muhammad SAW pun, dalam perjuangan dakwahnya di Makkah, banyak menggunakan kisah-kisah untuk membentuk pola pikir para sahabat awal. Kisah Ashabul Kahfi dan perjalanan Dzulqarnain menjadi bukti nyata bagaimana Nabi mampu menembus kalbu dan meyakinkan banyak orang tentang kebenaran Islam, bahkan ketika menghadapi tokoh-tokoh Quraisy yang skeptis seperti Haris bin Nadar.

Empat Manfaat Mengkaji Kisah Sang Rasul

Ustadz Junaidi merangkum empat manfaat fundamental dalam mempelajari kisah para rasul:

  1. Mengokohkan Iman (Tasbitul Iman): Mengenal mukjizat dan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW secara detail akan memperkuat keyakinan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.
  2. Menguatkan Semangat Perjuangan Hidup: Kisah-kisah perjuangan Nabi dan para sahabat dalam menghadapi berbagai rintangan, seperti Perang Khandaq dan Tabuk, memberikan inspirasi dan motivasi untuk tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup.
  3. Menambah Cinta kepada Rasulullah: Semakin kita mengenal kepribadian, akhlak, dan perjuangan Nabi, semakin besar pula rasa cinta kita kepada beliau. Cinta inilah yang menjadi fondasi untuk mengikuti sunah-sunah beliau.
  4. Menjadikan Nabi sebagai Idola: Pada akhirnya, dengan cinta yang mendalam, kita akan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam setiap aspek kehidupan.

Teladan Akhlak Nabi: Jangan Terprovokasi Emosi

Salah satu pelajaran penting yang disampaikan Ustadz Junaidi adalah ketenangan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi celaan. Ketika orang-orang musyrikin Quraisy memanggil Nabi dengan sebutan “Muzammamah” (yang tercela) sebagai bentuk penghinaan, Nabi dengan bijak menjawab bahwa yang mereka cela adalah “Muzammamah,” sedangkan dirinya adalah “Muhammad” (yang terpuji). Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak mudah terprovokasi oleh emosi negatif orang lain dan tetap berpegang pada kebenaran.

Ayo, Lebih Dekat dengan Nabi!

Ustadz Junaidi mendorong umat Muslim untuk aktif membaca dan mengkaji buku-buku tentang Nabi. Ia merekomendasikan Sirah Nabawiyah Ar-Rahiqul Makhtum karya Sofiurrahman Almubarok Furi untuk memahami biografi Nabi secara komprehensif, serta Syamail Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi untuk mengenal fisik dan akhlak Nabi secara detail.

Selain itu, Ustadz Junaidi juga menyarankan untuk memanfaatkan teknologi modern, termasuk Artificial Intelligence (AI), sebagai wasilah dalam menyebarkan kisah-kisah Nabi agar lebih menarik dan mudah dicerna, khususnya bagi generasi muda. Dengan demikian, semangat perjuangan dan akhlak mulia Nabi dapat terus hidup dalam jiwa umat.

Sumber: MENGOKOHKAN IMAN DENGAN KISAH SANG RASUL – Kajian Subuh – Ustadz M. Junaidi Sahal, M.Ag. di Channel Masjid Al Falah Surabaya

E-Buletin