KabarMasjid.id, Surabaya — Tidak banyak masyarakat yang benar-benar memahami apa itu Dewan Masjid Indonesia (DMI). Dalam podcast “Salut” yang diproduksi oleh Takmir Masjid Indonesia (TMI) Kota Surabaya, Ketua DMI Surabaya Arif Afandi menjelaskan secara mendalam peran dan fungsi DMI sebagai organisasi payung bagi masjid-masjid di Indonesia.
Menurut Arif Afandi, DMI bukanlah sekadar organisasi keagamaan biasa. “DMI itu semacam organisasi atau perkumpulan, yang anggotanya adalah masjid-masjid di seluruh Indonesia. Sekarang dipimpin oleh Pak Jusuf Kalla sejak selesai menjabat sebagai Wakil Presiden,” ungkapnya.
Fokus pada Pemakmuran Masjid
DMI berfokus pada bagaimana menjadikan masjid lebih dari sekadar tempat ibadah. Menurut Arif, banyak masjid saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. “Tingkat kemanfaatan masjid hanya 30%. Artinya 70% potensi masjid idle, tidak termanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya tiga fungsi utama masjid: sebagai tempat ibadah, pusat pendidikan keagamaan, dan yang paling kurang dimaksimalkan—sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Koperasi Masjid: Gagasan Inovatif DMI Surabaya
Salah satu upaya konkret DMI Surabaya untuk meningkatkan kemanfaatan masjid adalah dengan membentuk Koperasi DMI. “Bayangkan, di Surabaya ada sekitar 1.500 masjid. Kalau masing-masing punya 40 jamaah aktif, potensi keanggotaannya bisa mencapai 60 ribu lebih,” jelas Arif.
Koperasi ini sudah berjalan sejak 2023 dan kini memiliki sekitar 500 anggota. “Kita sudah bisa membantu jamaah dengan modal usaha tanpa bunga. Contohnya, kita bantu modal untuk jualan pecel, pulsa, dan lainnya,” tambahnya.
Tanpa Dukungan Pemkot, DMI Tetap Mandiri
Arif Afandi juga mengungkapkan bahwa DMI Kota Surabaya berjalan secara mandiri tanpa sokongan dari Pemerintah Kota. “Di banyak daerah lain, DMI mendapat bantuan dari pemerintah. Tapi di Surabaya, sejak dulu tidak ada. Kita survive dengan usaha mandiri, termasuk lewat koperasi.”
Sertifikasi Wakaf dan Media KabarMasjid
DMI Surabaya juga berperan aktif dalam membantu masjid-masjid mengurus sertifikasi tanah wakaf melalui kerja sama dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional). Selain itu, mereka juga meluncurkan media KabarMasjid sebagai wadah komunikasi dan penyebaran informasi antar-takmir dan jamaah.
“KabarMasjid ini bukan sekadar media informasi, tapi jadi jembatan inspirasi antar-masjid. Misalnya menampilkan takmir yang kreatif dan program-program inovatif masjid yang bisa dicontoh oleh yang lain,” ujar Arif.
Ajak Takmir Masjid Berubah Mindset
Di akhir sesi podcast, Arif Afandi mengajak seluruh takmir masjid untuk mengubah pola pikir. “Takmir masjid tidak cukup hanya membuat jamaah salat berjamaah ramai. Tapi bagaimana mereka juga ikut mensejahterakan jamaah secara ekonomi. Masjid harus menjadi pusat kemakmuran,” tutupnya.
Dengan berbagai inisiatif seperti koperasi, sertifikasi wakaf, dan media dakwah, DMI membuktikan bahwa masjid bisa memainkan peran strategis dalam pembangunan umat dan bangsa. Sebuah model yang patut ditiru dan didorong secara lebih luas di seluruh Indonesia. (*)